Jadi Mualaf, Bos Perusahaan Pelaku Pelecehan Seksual Dikhitan di Polres Jakarta Utara

Selasa, 09 Maret 2021 - 17:10 WIB
Menurut JH keinginan dirinya menjadi mualaf dan mau di khitan selama ini diperkuat karena selama ini dirinya diam-diam belajar dari YouTube. Baca: Menangis Dengar Adzan di Sel, Bos Perusahaan Pelaku Pelecehan Seksual Putuskan Mualaf

"Saat di sini, saya mendengar kumandang azan dekat dengan saya, dan melihat dengan mata secara dekat, dari tahanan, bagaimana cara orang salat berjamaah. Saya tergerak hati sampai menangis di pojokan," tutur JH. "Teman-teman bertanya, apa saya sakit? Tidak (kata saya). Saya bilang hati saya terenyuh menyaksikan secara langsung begitu besarnya makna tatanan salat dan saya akan menjadi seorang muslim," Sambungnya.

JH pun meminta kawannya untuk masuk menjadi bagian komunitas dan ikut dalam syarat yang ditentukan. "Saya ingin menjadi bagian dari komunitas Islam dan dengan catatan kata mereka yaitu mengucap dua kalimat syahadat dan kami shalat berjamaah," ujarnya.

Kasat Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polrestro Jakarta Utara Kompol Sutikno menambahkan, JH mengakui bahwa keinginannya menjadi mualaf sudah terbersit bertahun-tahun silam. Berdasarkan pengakuan JH, dirinya dahulu kala pernah mendapatkan tasbih dan sorban dari salah satu pemuka agama di wilayah Jawa Timur. Dari situlah JH mendapatkan pencerahan hingga akhirnya memilih keputusan ini.

"Ini sudah lama, karena dia mendapat mukjizat, dia cerita-cerita sehingga saat teman-temannya lagi salat, dia merenung, dan dia sendiri sadar bahwa dia pernah mendapatkan tasbih dan sorban dari kiai di Jawa Timur," kata Sutikno.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!