Perseteruan Mantan Lurah vs Mantan Mensos Kian Memanas, sang Jawara Dapat Dukungan Ketua Parpol
Minggu, 07 Maret 2021 - 11:46 WIB
Pengelola proyek pengurukan itu diketahui dimotori mantan lurah bernama Abdullah Serin. Dia pernah menjabat sebagai anggota DPRD. Namun masyarakat sekitar lebih mengenalnya sebagai sosok jawara yang disegani.
Pengurukan situ itu telah berlangsung sejak Januari 2021. Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah yang juga adalah warga sekitar langsung menentang pengurukan. Dia sedari awal cukup vokal meminta proyek pembangunan saung kuliner itu dihentikan sebelum perizinan resmi dikantongi.
Baca juga: Diprotes Mantan Mensos, Suap Izin Pengurukan Situ di Tangsel Terbongkar
Kini Abdullah Serin tidak lagi sendiri berhadapan dengan mantan Mensos, lantaran telah mengalir dukungan dari M Saleh Asnawi, ketua salah satu parpol di Tangsel. Mereka secara terang-terangan menuding, penolakan warga atas pengurukan akibat dipengaruhi seseorang yang ingin mengambil keuntungan pribadi dari keberadaan situ.
"Bahwa tanah itu adalah milik grup besar keluarga saya, kenapa saya sampai bicara itu ? karena saat ini memang grup saya yang memiliki tanah itu semua. Jangan sampai pihak-pihak di luar terpengaruh," ungkap Saleh di Lubana Sengkol, Setu, Minggu (7/3/2021).
Namun begitu, Saleh enggan lebih spesifik membeberkan apa makna yang dimaksudnya dengan kepentingan pribadi oleh pihak yang memprotes pengurukan situ. Menurut dia, hal demikian akan terjawab dengan sendirinya jika telah mengecek ke lokasi.
Baca juga: Lurah Setu Beberkan Pengurukan Situ di Tangsel hingga Konflik dengan Mantan Mensos
Pengurukan situ itu telah berlangsung sejak Januari 2021. Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah yang juga adalah warga sekitar langsung menentang pengurukan. Dia sedari awal cukup vokal meminta proyek pembangunan saung kuliner itu dihentikan sebelum perizinan resmi dikantongi.
Baca juga: Diprotes Mantan Mensos, Suap Izin Pengurukan Situ di Tangsel Terbongkar
Kini Abdullah Serin tidak lagi sendiri berhadapan dengan mantan Mensos, lantaran telah mengalir dukungan dari M Saleh Asnawi, ketua salah satu parpol di Tangsel. Mereka secara terang-terangan menuding, penolakan warga atas pengurukan akibat dipengaruhi seseorang yang ingin mengambil keuntungan pribadi dari keberadaan situ.
"Bahwa tanah itu adalah milik grup besar keluarga saya, kenapa saya sampai bicara itu ? karena saat ini memang grup saya yang memiliki tanah itu semua. Jangan sampai pihak-pihak di luar terpengaruh," ungkap Saleh di Lubana Sengkol, Setu, Minggu (7/3/2021).
Namun begitu, Saleh enggan lebih spesifik membeberkan apa makna yang dimaksudnya dengan kepentingan pribadi oleh pihak yang memprotes pengurukan situ. Menurut dia, hal demikian akan terjawab dengan sendirinya jika telah mengecek ke lokasi.
Baca juga: Lurah Setu Beberkan Pengurukan Situ di Tangsel hingga Konflik dengan Mantan Mensos
Lihat Juga :