Video Viral Pengambilan Paksa Jenazah Bergejala COVID-19, Begini Kronologinya
Sabtu, 06 Maret 2021 - 16:19 WIB
Ia masuk RS PG Wonolangan, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo pada Kamis (4/3/2021) sekitar pukul 16.00 WIB. Kemudian pada Jumat pagi 5 Maret 2021, sekitar pukul 10.00 WIB, pasien tersebut meninggal dunia.
Meski hasil tes swab belum keluar, pihak rumah sakit memutuskan bahwa pasien tersebut akan dimakamkan dengan protokol kesehatan COVID-19, lantaran ada indikasi pasien mengidap COVID-19.
Baca juga: Kader Demokrat KBB Ditawari DP Rp20 Juta untuk Ikut KLB di Deli Serdang
Namun sekitar satu jam usai pasien diumumkan meninggal, datang puluhan orang ke rumah sakit untuk mengambil paksa jenazah tersebut. Mereka merupakan warga Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.
“Kalau penganiayaan pemukulan tidak ada. Hanya penganiayaan verbal saja, saat warga ambil paksa jenazah dan masuk sambil marah-marah. Ya, ada dugaan gejala seperti terpapar COVID-19 dan menunggu hasil swab turun,” ungkap Mariani, dikonfirmasi pada Sabtu siang (6/3/2021).
Meski hasil tes swab belum keluar, pihak rumah sakit memutuskan bahwa pasien tersebut akan dimakamkan dengan protokol kesehatan COVID-19, lantaran ada indikasi pasien mengidap COVID-19.
Baca juga: Kader Demokrat KBB Ditawari DP Rp20 Juta untuk Ikut KLB di Deli Serdang
Namun sekitar satu jam usai pasien diumumkan meninggal, datang puluhan orang ke rumah sakit untuk mengambil paksa jenazah tersebut. Mereka merupakan warga Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.
“Kalau penganiayaan pemukulan tidak ada. Hanya penganiayaan verbal saja, saat warga ambil paksa jenazah dan masuk sambil marah-marah. Ya, ada dugaan gejala seperti terpapar COVID-19 dan menunggu hasil swab turun,” ungkap Mariani, dikonfirmasi pada Sabtu siang (6/3/2021).
Lihat Juga :