Rekonstruksi Pembunuhan Sekeluarga di Rembang Diwarnai Teriakan Histeris
Kamis, 04 Maret 2021 - 14:00 WIB
Ketika tersangka memperagakan adegan naik sepeda motor usai beraksi, sejumlah keluarga korban berteriak histeris, menuntut tersangka dihukum mati. Bahkan aparat kepolisian harus turun tangan menenangkan.
“Yen ora dihukum mati, aku sing bakal mateni, “ teriak Danang, salah satu putera Alm. Ki Anom Subekti yang juga kehilangan seorang anak dalam peristiwa sadis tersebut.
Baca juga: Sungai Pekacangan Banjarnegara Telan Korban, Bocah 6 Tahun Tewas Terseret Arus
Kapolres Rembang, AKBP Kurniawan Tandi Rongre menyatakan barang bukti kayu untuk memukul korban, sampai sekarang belum ditemukan. Namun mengacu hasil penyelidikan dan penyidikan, bukti-bukti lain sudah memperkuat dugaan keterlibatan tersangka pelaku.
“Termasuk perhiasan milik korban ditemukan di rumah tersangka. Jadi kalau pun barang bukti kayu tidak ditemukan, bagi kami ndak masalah, “ tuturnya.
Kapolres juga memastikan Sumani merupakan tersangka pelaku tunggal. Motifnya, sempat ada unsur sakit hati atas permasalahan lama, sekaligus ingin menguasai harta benda korban.
“Yen ora dihukum mati, aku sing bakal mateni, “ teriak Danang, salah satu putera Alm. Ki Anom Subekti yang juga kehilangan seorang anak dalam peristiwa sadis tersebut.
Baca juga: Sungai Pekacangan Banjarnegara Telan Korban, Bocah 6 Tahun Tewas Terseret Arus
Kapolres Rembang, AKBP Kurniawan Tandi Rongre menyatakan barang bukti kayu untuk memukul korban, sampai sekarang belum ditemukan. Namun mengacu hasil penyelidikan dan penyidikan, bukti-bukti lain sudah memperkuat dugaan keterlibatan tersangka pelaku.
“Termasuk perhiasan milik korban ditemukan di rumah tersangka. Jadi kalau pun barang bukti kayu tidak ditemukan, bagi kami ndak masalah, “ tuturnya.
Kapolres juga memastikan Sumani merupakan tersangka pelaku tunggal. Motifnya, sempat ada unsur sakit hati atas permasalahan lama, sekaligus ingin menguasai harta benda korban.
Lihat Juga :