Jejak Pejuang Kemerdekaan di Penjara Tanpa Nama
Minggu, 28 Februari 2021 - 05:02 WIB
Sejak LP baru ada, penjara lama dibiarkan terbengkalai tak terurus oleh dinas terkait, hingga sekarang penjara lama ini menjadi tempat tinggal bagi beberapa keluarga. Hingga kini tidak ada yang tahu persis, kapan penjara itu di bangun. Pun penjara itu tidak diketahui apa namanya. Warga hanya menyebutnya dengan sebutan penjara lama.
Jejak Pejuang Kemerdekaan
Penjajah Belanda membangun penjara di tanah Timor, Kupang. Memilih tanah berbatu karang menjadi tempat untuk memenjarakan para 'pembangkang' terhadap penjajah tentu memiliki alasan. Kupang dari sisi geografis, sangat jauh dari tanah Jawa, pusat hiruk-pikuk para pejuang Tanah Air melawan penjajah. Baca juga: 'Perang' Geng Picu Kerusuhan di 3 Penjara Ekuador, 62 Napi Tewas
Tercatat, ada banyak tokoh pejuang yang dibuang ke penjara tanpa nama itu. Menurut catatan sejarah, beberapa pejuang pernah dibuang di sana. Sebut misalnya Pangeran Surya Mataram. Pangeran asal Jawa Tengah ini diasingkan ke Kupang karena terlibat dalam Perang Diponogoro tahun 1825-1830. Surya Mataram adalah saudara dari Pangeran Mangkudiningrat. Menurut cerita Imam Birando bin Tahir, Pangeran Surya Mataram adalah anak buah Pangeran Diponogoro . Saat berada di Kupang, ia berdiam di Kampung Airmata Kupang. Diceritakan, saat dia balik ke Jawa, dia meninggalkan kenang-kenangan berupa sehelai kain wasiat dan sebilah keris.
Jejak Pejuang Kemerdekaan
Penjajah Belanda membangun penjara di tanah Timor, Kupang. Memilih tanah berbatu karang menjadi tempat untuk memenjarakan para 'pembangkang' terhadap penjajah tentu memiliki alasan. Kupang dari sisi geografis, sangat jauh dari tanah Jawa, pusat hiruk-pikuk para pejuang Tanah Air melawan penjajah. Baca juga: 'Perang' Geng Picu Kerusuhan di 3 Penjara Ekuador, 62 Napi Tewas
Tercatat, ada banyak tokoh pejuang yang dibuang ke penjara tanpa nama itu. Menurut catatan sejarah, beberapa pejuang pernah dibuang di sana. Sebut misalnya Pangeran Surya Mataram. Pangeran asal Jawa Tengah ini diasingkan ke Kupang karena terlibat dalam Perang Diponogoro tahun 1825-1830. Surya Mataram adalah saudara dari Pangeran Mangkudiningrat. Menurut cerita Imam Birando bin Tahir, Pangeran Surya Mataram adalah anak buah Pangeran Diponogoro . Saat berada di Kupang, ia berdiam di Kampung Airmata Kupang. Diceritakan, saat dia balik ke Jawa, dia meninggalkan kenang-kenangan berupa sehelai kain wasiat dan sebilah keris.
Lihat Juga :