Jam Operasional Dibatasi, Pelaku Usaha di Manado Menjerit

Rabu, 24 Februari 2021 - 14:41 WIB
Dia hanya bisa berharap agar kebijakan-kebijakan dari pemerintah terhadap COVID-19 cepat terkendali dan bisa normal kembali dan lancar kembali. "Makanya kita harus menaati aturan pemerintah yang sekarang ini biar mata rantai covid-19 putus dan normal kembali. Makanya kita harus taat, tutup lebih awal, jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan," ujarnya.

Dampak pembatasan juga turut dirasakan oleh pelaku usaha The Mango Resto & Coffe Shop. Gracia Sanjaya selaku Staff Admin mengaku omset mengalami penurunan sampai dengan 50%. Untuk menyiasati penurunan omset tersebut dia mengaku mengubah strategi dengan melakukan promosi lewat media online dan memperluas dengan promosi sampai ke kantor-kantor agar omset day in tertutupi dengan take away.

"Take away saat ini sekitar 70% sedangkan day in 30%. Harapan saya agar supaya pemerintah dapat mengkaji kembali jam operasional buka tempat usaha," kata Gracia.

Baca juga: Polda Sulut Gagalkan Penyelundupan Ribuan Liter Cap Tikus ke Papua Barat

Dampak juga turut dirasakan oleh Hamiko, pemilik usaha cafe Warunk Bendito pendapatannya menurun sampai dengan 60%. "Sangat berdampak ya, karena biasanya orang makan mulai pukul 20.00 Wita, itu mulai banyak orang, tapi kita sudah disuruh tutup, jadi mau dapat omset gak tau darimana. Makan siang pun kantor-kantor juga melakukan pembatasan, jadi kurang sekali orang makan, jadi ya sangat-sangat berdampak," tuturnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!