Wartawan Dianiaya saat Liputan di Kejari, GenTangsel: Saling Evaluasi

Selasa, 23 Februari 2021 - 07:26 WIB
Rupanya kegiatan itu berlangsung hingga larut malam. Sekira pukul 23.15 WIB, nampak beberapa mobil pejabat telah keluar dari area kantor Kejari. Di tengah guyuran hujan lebat, awalnya Danang tetap bertahan memilih menunggu di luar.

"Akhirnya hujan makin deras, lalu mau enggak mau saya terpaksa cari tempat buat neduh.Karena posisi saya kan sambil garap naskah berita," terangnya. Baca juga: Ancam Pukul Wartawan, Anggota DPRD Barito Selatan Jadi Tersangka

Namun tiba-tiba, terdengar teriakan dari arah beberapa petugas yang berjaga di sana. Setelah Danang menoleh, rupanya para petugas berlari mengejar ke arahnya. Tanpa penjelasan, oknum petugas berbadan besar itu langsung memiting lehernya.

"Saya kaget kan, kenapa sampai sebegitunya saya diperlakukan seperti pencuri, lehernya dipiting, diseret sama oknum petugas di sana," tambah dia.

Kekerasan oleh oknum petugas yang berjaga tak berhenti di situ. Mereka juga menghardik Danang. Bahkan alat pendukung liputan berupa seunit handphone dirampas petugas. Semua dokumen tentang peliputan pun diperiksa satu persatu lalu dihapus.

"Telepon saya dirampas paksa, beberapa data saya dihapus. Terus saya diseret ke arah kantor Mapolres Tangsel yang gedungnya bersebelahan. Saya enggak tahu maksud mereka ini apa," ungkapnya.

Sementara hingga saat ini, pihak Kejari Tangsel belum memberikan klarifikasi atas peristiwa kekerasan tersebut. Beberapa pejabat yang dihubungi tak merespons konfirmasi soal itu. Kabar beredar menyebut, Kejari baru hari ini akan memberikan klarifikasi langsung kepada wartawan.
(mhd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!