Konservasi SDA Lingkungan Gunung Rinjani Harus Libatkan Masyarakat Adat
Selasa, 23 Februari 2021 - 05:55 WIB
“Desa Sinaru yang berada di lereng Gunung Rinjani bisa menjadi bagian dari 14 daerah konservasi lainnya yang melibatkan masyarakat adat untuk proses pelestarian lingkungan. Kedepan model ini mesti didorong menjadi lebih masih lagi sehingga tradisi adat dan budaya bangsa bisa menjadi solusi bagi penyelesaian problem bangsa tidak hanya soal pelestarian lingkungan saja,” tegas Wiratno.
Ketua Harian Laskar Sasak, Lalu Sofyan Hadi membenarkan bila Laskar Sasak menjadi motor dalam acara ritual adat Asuh Gunung Rinjani yang merupakan rangkaian acara dari program LombokMercusar yang sudah dideklarasikan pada awal Oktober 2020 lalu.
“Pada awal bulan ini [Februari 2021) sudah ada 2 acara yang dimotori Laskar Sasak yang digelar, pertama Ritual Nyentulak, doa tolak balak di Desa Biluk Petung, Kecamatan Sembalun Lombok Timur serta Pengukuhan Pemangku Hutan di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara pada 1 Februari 2021 lalu. Khusus saat ini di Senaru ada lagi Ritual Asuh Gunung Rinjani,” ungkap Miq Sofyan, panggilan dari Lalu Sofyan Hadi.
Baca juga: Cuaca Ekstrem, Pemkab Lombok Barat Imbau Warganya Waspada Bencana Alam
Pembina Laskar Sasak yang juga Kepala Badan Intelejen Negara Daerah (Kabinda) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Wahyudi Adi Siswanto menyatakan bahwa pulau Lombok ini memiliki potensi energi yang luar biasa sejak era masa lalu khususnya saat Gunung Rinjani bernama Gunung Samaras.
“Gunung Rinjani kuno atau yang dikenal Gunung Samalas pernah meletus 1257 masehi, dan letusannya sangat dahsyat yang membuat dampak buruk hingga daratan eropa. Hasil letusan Gunung Samalas itu kini berubah menjadi Gunung Rinjani dan danau segara anak. Artinya dengan doa-doa suci mengharapkan energi negatif yang dimiliki Rinjani menjadi energi positif untuk kepentingan bangsa dan umat manusia," kata Wahyudi.
Ketua Harian Laskar Sasak, Lalu Sofyan Hadi membenarkan bila Laskar Sasak menjadi motor dalam acara ritual adat Asuh Gunung Rinjani yang merupakan rangkaian acara dari program LombokMercusar yang sudah dideklarasikan pada awal Oktober 2020 lalu.
“Pada awal bulan ini [Februari 2021) sudah ada 2 acara yang dimotori Laskar Sasak yang digelar, pertama Ritual Nyentulak, doa tolak balak di Desa Biluk Petung, Kecamatan Sembalun Lombok Timur serta Pengukuhan Pemangku Hutan di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara pada 1 Februari 2021 lalu. Khusus saat ini di Senaru ada lagi Ritual Asuh Gunung Rinjani,” ungkap Miq Sofyan, panggilan dari Lalu Sofyan Hadi.
Baca juga: Cuaca Ekstrem, Pemkab Lombok Barat Imbau Warganya Waspada Bencana Alam
Pembina Laskar Sasak yang juga Kepala Badan Intelejen Negara Daerah (Kabinda) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Wahyudi Adi Siswanto menyatakan bahwa pulau Lombok ini memiliki potensi energi yang luar biasa sejak era masa lalu khususnya saat Gunung Rinjani bernama Gunung Samaras.
“Gunung Rinjani kuno atau yang dikenal Gunung Samalas pernah meletus 1257 masehi, dan letusannya sangat dahsyat yang membuat dampak buruk hingga daratan eropa. Hasil letusan Gunung Samalas itu kini berubah menjadi Gunung Rinjani dan danau segara anak. Artinya dengan doa-doa suci mengharapkan energi negatif yang dimiliki Rinjani menjadi energi positif untuk kepentingan bangsa dan umat manusia," kata Wahyudi.
Lihat Juga :