Gubernur Gandeng Perseroda dan Bank Sulselbar Sejahterakan Petani
Minggu, 14 Februari 2021 - 17:50 WIB
Ke depan, kerja sama Pemprov Sulsel , Perseroda, Bank Sulselbar dan pemerintah kabupaten kota terus berinovasi untuk meningkatkan jumlah produksi dengan umur pendek.
"Tidak lagi setiap tahun benih menjadi soal, apalagi ada inovasi itu ditingkatkan produksinya. Ke depan kita berharap, kita bisa menghasilkan bibit umur pendek dengan produksi lebih besar lagi. Itu harapan kita," kata Guru Besar Kehutanan itu.
Adanya Perseroda dan Bank Sulselbar tentunya akan menjadi jaminan baik dari harga jagung maupun penyaluran hasil produksi petani. Apalagi Pemprov Sulsel saat ini sudah menjaring kerja sama dengan Asosiasi Pengumpul Padi (Perpadi) Sulsel.
Baca juga: Kapolri Apresiasi Respons Cepat Gubernur Sulsel Terhadap Gempa Sulbar
"Kami punya Perseroda , kami punya perbankan, Bank Sulselbar yang mensupport terus, Pak Bupati menyiapkan lahan, menyiapkan petani. Saya kira ini adalah sebuah kolaborasi yang bagus. Tinggal sekarang, saya minta Perseroda bersama dengan Bank Sulselbar menjadi penyangga jagung. Karena sudah menjadi rahasia umum bahwa masih ada kartel, ini yang harus kita putus," jelasnya.
Langkah tersebut berdasarkan kebutuhan petani. Petani selama ini masih berputar di lingkaran yang sama. Bahkan lanjut Nurdin, ketidakpastian harga, pupuk dan benih merupakan sesuatu yang sangat menyedihkan, dan pemerintah harus hadir menyediakan apa yang menjadi kebutuhan petani.
"Tidak lagi setiap tahun benih menjadi soal, apalagi ada inovasi itu ditingkatkan produksinya. Ke depan kita berharap, kita bisa menghasilkan bibit umur pendek dengan produksi lebih besar lagi. Itu harapan kita," kata Guru Besar Kehutanan itu.
Adanya Perseroda dan Bank Sulselbar tentunya akan menjadi jaminan baik dari harga jagung maupun penyaluran hasil produksi petani. Apalagi Pemprov Sulsel saat ini sudah menjaring kerja sama dengan Asosiasi Pengumpul Padi (Perpadi) Sulsel.
Baca juga: Kapolri Apresiasi Respons Cepat Gubernur Sulsel Terhadap Gempa Sulbar
"Kami punya Perseroda , kami punya perbankan, Bank Sulselbar yang mensupport terus, Pak Bupati menyiapkan lahan, menyiapkan petani. Saya kira ini adalah sebuah kolaborasi yang bagus. Tinggal sekarang, saya minta Perseroda bersama dengan Bank Sulselbar menjadi penyangga jagung. Karena sudah menjadi rahasia umum bahwa masih ada kartel, ini yang harus kita putus," jelasnya.
Langkah tersebut berdasarkan kebutuhan petani. Petani selama ini masih berputar di lingkaran yang sama. Bahkan lanjut Nurdin, ketidakpastian harga, pupuk dan benih merupakan sesuatu yang sangat menyedihkan, dan pemerintah harus hadir menyediakan apa yang menjadi kebutuhan petani.
Lihat Juga :