Kisah Tragis Punahnya Banteng di Hutan Buru Belanda Cagar Alam Pangandaran
Minggu, 14 Februari 2021 - 05:00 WIB
"Hingga kini koleksi rusa masih lestari sementara banteng menurut informasi sudah tidak ada lagi," kata Usman. Cerita orang tua dahulu, tambah Usman, pelepasan banteng dan rusa sebanyak 80 ekor. Populasinya bagus dan terjaga sampai 1982.
"Setelah Gunung Galunggung Tasikmalaya meletus pada tahun 1982, populasinya menurun karena pakan alami dan sumber air tertimbun abu vulkanik," ungkapnya.
Foto/disparbud.jabarprov.go.id
Upaya petugas membuat bak air minum dan memberikan rumput dari luar untuk pakan juga tidak membuahkan hasil lantaran banteng di Pangandaran tidak menyukai pakan pemberian manusia.
Kejadian abu vulkanik Gunung Galunggung yang menimbun pakan banteng di Cagar Alam Pangandaran terjadi hampir 8 bulan hingga akhirnya populasi satwa menurun drastis.
Foto/disparbud.jabarprov.go.id
Usman menuturkan, sekitar tahun 1997 banteng masih terpantau di lokasi Cagar Alam, tetapi sekarang sudah tidak ada sama sekali.
"Setelah Gunung Galunggung Tasikmalaya meletus pada tahun 1982, populasinya menurun karena pakan alami dan sumber air tertimbun abu vulkanik," ungkapnya.
Foto/disparbud.jabarprov.go.id
Upaya petugas membuat bak air minum dan memberikan rumput dari luar untuk pakan juga tidak membuahkan hasil lantaran banteng di Pangandaran tidak menyukai pakan pemberian manusia.
Kejadian abu vulkanik Gunung Galunggung yang menimbun pakan banteng di Cagar Alam Pangandaran terjadi hampir 8 bulan hingga akhirnya populasi satwa menurun drastis.
Foto/disparbud.jabarprov.go.id
Usman menuturkan, sekitar tahun 1997 banteng masih terpantau di lokasi Cagar Alam, tetapi sekarang sudah tidak ada sama sekali.
Lihat Juga :