Bencana Hidrometeorologi Mengintai, BPBD KBB Minimalisasi Korban Jiwa

Sabtu, 13 Februari 2021 - 21:49 WIB


Sebagai antisipasi dini bencana, pihaknya telah bekerjasama dengan BMKG untuk memasang alat deteksi pergerakan tanah di beberapa lokasi di antaranya Cililin, Cikalongwetan, Cisarua, Ngamprah, dan Saguling. Termasuk menyiapkan 50 personel lapangan yang akan bergerak jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam, serta petugas piket yang stanby 24 jam.

"Kami prediksi tahun ini bencana yang dominan akan terjadi sama seperti tahun lalu, longsor dan banjir bandang. Ini dikarenakan 11 dari total 16 kecamatan di KBB masuk kategori rawan longsor dan banjir bandang," sebutnya.

Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna, meminta kepada aparatur wilayah baik camat dan kepala desa untuk menyiapkan relawan bencana yang ada di wilayahnya masing-masing. Selain sebagai tim yang bisa bergerak cepat ketika terjadi bencana, mereka juga harus menjadi duta sosialisasi soal kebencanaan ke masyarakat.

"Kita kan tidak tahu kapan bencana akan terjadi, namun tanda-tandanya bisa dikelihatan. Misal kalau longsor biasanya selalu diawali adanya retakan tanah dan curah hujan tinggi. Ini yang harus tanggap diantisipasi, melalui keberadaan desa tanggap bencana di masing-masing wilayah," tuturnya.

Rekapitulasi Jumlah Kejadian Bencana dan Korban Jiwa di Kabupaten Bandung Barat, Periode Januari-Desember 2020 :

* Jenis Bencana :

Longsor : 143 Kejadian

Kebakaran : 69 Kejadian
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!