Ratusan Warga Tarikolot Memulai Lembaran Baru Sejak 2010
Jum'at, 12 Februari 2021 - 20:33 WIB
“Dari Pemdes, kami mencoba memanfaatkan potensi yang ada di sekitar Kampung Buahlega itu. Maka muncullah objek wisata Paralayang, Curug, dan ada juga Sirkuit. Kami sadar, aktivitas di kampung itu harus hidup,” jelas dia. Baca Juga: Tinggal Dua Kecamatan di Batam yang Masih Berstatus Zona Merah COVID-19.
“Jadi, meskipun kampung Tarikolot itu ditinggalkan warganya, yang kemudian disebut kampung mati, tapi kampung di desa Sidamukti ini tidak berkurang jumlahnya, masih tetap lima. Ada Cicurug, Muktirahayu, Babakan, Ciandeu, dan kampung bungsu Buahlega, hahaha. Buahlega ini sebelumnya dikenal dengan sebutan Awilega,” lanjut Karwan.
“Jadi, meskipun kampung Tarikolot itu ditinggalkan warganya, yang kemudian disebut kampung mati, tapi kampung di desa Sidamukti ini tidak berkurang jumlahnya, masih tetap lima. Ada Cicurug, Muktirahayu, Babakan, Ciandeu, dan kampung bungsu Buahlega, hahaha. Buahlega ini sebelumnya dikenal dengan sebutan Awilega,” lanjut Karwan.
(nag)
Lihat Juga :