Diguncang Pandemi COVID-19, Migas Hulu Jabar Cetak Laba Bisnis Energi Rp152 Miliar

Kamis, 11 Februari 2021 - 22:12 WIB
Dalam angka, lanjut Prabowo, MUJ meraih pendapatan Rp262 miliar sepanjang 2020 yang terdiri dari pendapatan PI Rp201 miliar dan Non PI Rp61 miliar. Menurutnya, laba tersebut tak lepas dari sejumlah strategi bisnis yang dirancang perseroan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perubahan (RKAP) 2020.

Bahkan, lanjut Prabowo, MUJ bisa melebihi ekspetasi laba sebesar 21% dari yang ditargetkan dalam RKAP 2020. Artinya, ada peningkatan laba dari target kerja pada 2020 senilai Rp26 miliar.

"Meskipun tahun 2020 diguncang situasi Pandemi COVID-19, bagaimanapun juga

MUJ tetap produktif dalam menjalankan bisnis. Artinya, ada strategi yang harus dijalankan dalam mencapai target, terutama memaksimalkan bisnis-bisnis MUJ di luar pengelolaan PI," kata Prabowo.

Melalui anak perusahaan PT Energi Negeri Mandiri (ENM), agresivitas bisnis kegiatan jasa penunjang migas dan Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) pun sudah dimulai pada 2020 lalu.

Di Kalimantan Selatan, MUJ memberikan layanan ketenagalistrikan Diesel Rotary Uninterruptible Power Supply (DRUPS) 10 MVA untuk mendukung operasional industri di sektor hulu migas milik Pertamina EP Asset 5 di Tanjung, Kalimantan Selatan.

Selanjutnya, pengadaan 4 Unit Mobile Rig 550 HP bersama PT Petrodrill Manufaktur Indonesia (Petrodril) yang memiliki workshop di Dawuan, Jabar untuk kebutuhan hulu migas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!