Pembebasan Lahan Proyek Kereta Api Sulsel Ditarget Rampung Maret
Kamis, 11 Februari 2021 - 07:36 WIB
Sementara Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur, Jumardi mengaku, adanya penolakan warga menjadi kendala pembebasan lahan di daerah. Utamanya di Kabupaten Pangkep dan Maros.
"Kami sebetulnya berharap aparat pemerintah daerah itu bersama-sama kita bagaimana menyelesaikan ini. Namanya orang menolak itu membujuknya itukan yang agak lambat. Karena kita persuasif orang per orang," keluh dia
Selain persuasif kepada warga pemilik lahan, pembebasan lahan juga ditempuh melalui upaya konsinyasi dengan cara menitip uang pembebasan lahan di pengadilan. Masyarakat yang tak setuju dengan ganti rugi atau tanah yang bersoal kepemilikannya akan menyelesaikan di pengadilan.
"Saya sampaikan bahwa di Pangkep itu 92% sudah dititip uangnya secara hukum," sebut Jumardi. Sementara di Kabupaten Maros progres pengadaan lahan baru 55%. Kendati begitu, dia optimistis dalam waktu dekat bisa tuntas sampai 70%.
"Tergantung keinginan kita semua itukan. Saya kan targetnya (pembebasan lahan) memang begitu (tuntas Maret)," sambung dia.
Baca Juga: Wamen ATR/BPN Puji Capaian Proyek Kereta Api di Barru dan Pangkep
Diketahui, proyek KA Trans Sulawesi baru rampung sejauh 47 kilometer sejak mulai dibangun 2015 lalu. Dengan jalur yang melalui Tanete Rilau-Palanro di Kabupaten Barru. Dengan termasuk 5 stasiun, yakni Stasiun Palanro, Takkalasi, Mangkoso, Barru, dan Stasiun Tanete Rilau.
"Kami sebetulnya berharap aparat pemerintah daerah itu bersama-sama kita bagaimana menyelesaikan ini. Namanya orang menolak itu membujuknya itukan yang agak lambat. Karena kita persuasif orang per orang," keluh dia
Selain persuasif kepada warga pemilik lahan, pembebasan lahan juga ditempuh melalui upaya konsinyasi dengan cara menitip uang pembebasan lahan di pengadilan. Masyarakat yang tak setuju dengan ganti rugi atau tanah yang bersoal kepemilikannya akan menyelesaikan di pengadilan.
"Saya sampaikan bahwa di Pangkep itu 92% sudah dititip uangnya secara hukum," sebut Jumardi. Sementara di Kabupaten Maros progres pengadaan lahan baru 55%. Kendati begitu, dia optimistis dalam waktu dekat bisa tuntas sampai 70%.
"Tergantung keinginan kita semua itukan. Saya kan targetnya (pembebasan lahan) memang begitu (tuntas Maret)," sambung dia.
Baca Juga: Wamen ATR/BPN Puji Capaian Proyek Kereta Api di Barru dan Pangkep
Diketahui, proyek KA Trans Sulawesi baru rampung sejauh 47 kilometer sejak mulai dibangun 2015 lalu. Dengan jalur yang melalui Tanete Rilau-Palanro di Kabupaten Barru. Dengan termasuk 5 stasiun, yakni Stasiun Palanro, Takkalasi, Mangkoso, Barru, dan Stasiun Tanete Rilau.
(agn)
Lihat Juga :