Hari Ini Mulai Dilakukan Lockdwon, Bisnis Hotel di Lembang Terjun Bebas

Sabtu, 06 Februari 2021 - 03:13 WIB
Menurutnya, adanya kebijakan rapid test-PCR dan rapid test antigen sebelumnya, bagi setiap orang yang hendak berpergian lintas daerah juga sangat berimbas. Angka okupansi kamar hotel dan kunjungan ke tempat-tempat wisata sepi . Sebab hal itu semakin membebani pengeluran keuangan di masyarakat.

"Bukan hanya soal kesehatan, kondisi ekonomi masyarakat juga sedang 'sakit' makanya banyak orang yang menunda untuk berpergian ke luar daerah, menginap di hotel, wisata, karena biaya yang dikeluarkan semakin besar," terangnya.

Baca juga: Menunggu Pelanggan untuk Layanan Seks, Belasan Anak Terjaring Razia KKPAD Kalbar

Dirinya mengakui, ketika banyak orang yang mengurungkan niatnya melakukan perjalanan luar daerah , berlibur, dan menginap di hotel, tentunya bagus dalam hal menekan penyebaran COVID-19 . Namun bagi pelaku usaha perhotelan dan wiaata itu kebalikannya, karena roda perekonomian menjadi terhenti.

"Kita akan liat semoga saja kebijakan itu efektif menekan penyebaran COVID-19 , walau tidak menguntungkan bagi pelaku usaha hotel. Tapi semoga saja saat weekday tidak dilakukan lockdown juga," pungkasnya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!