Diterjang Pandemi COVID-19, Ekonomi Jatim Selama 2020 Minus 2,39 Persen

Jum'at, 05 Februari 2021 - 14:40 WIB
Struktur perekonomian Jatim selama 2020, kata dia, didominasi oleh tiga lapangan usaha utama.Yakni Lapangan Usaha Industri Pengolahan dengan kontribusi sebesar 30,69%, Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 17,92%, serta Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 11,90%. “Sebagian besar komponen PDRB (produk domestik regional bruto) menurut Pengeluaran mengalami kontraksi,” imbuh Dadang.

Data BPS Jatim menunjukkan, komponen pengeluaran yang masih tumbuh adalah konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) 0,23% dan Ekspor Luar Negeri 10,06%. Pertumbuhan komponen LNPRT sepanjang tahun 2020 dipicu Pilkada serentak yang berbarengan dengan kegiatan keagamaan. Sedangkan Ekspor Luar Negeri dipengaruhi ekspor perhiasan, kayu, barang dari kayu, tembaga dan perabot rumah tangga.

Baca juga: Jelang Berakhirnya PPKM, Zona Merah di Jatim Tinggal Dua Daerah

Komponen yang mengalami kontraksi terdalam yaitu Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) -4,31%. Disusul Pengeluaran Konsumsi Pemerintah -3,18%, Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga -0,83 persen dan Impor Luar Negeri -9,22 persen. Terkontraksinya komponen PMTB akibat realisasi semen dan belanja modal turun. “Disamping itu karena pandemi COVID-19, diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjadikan ruang gerak masyarakat terbatas,” pungkas Dadang
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!