Dorong Produktivitas Petani Solo Raya, PLN Gencarkan Program Super Panen
Rabu, 03 Februari 2021 - 17:30 WIB
Tahun 2020 kemarin, pihaknya telah menyambung sekitar 3.586 pelanggan dengan total daya sekitar 12 megawatt. “Rata-rata satu sumur sawah, daya listriknya minimal 3.500,” ujarnya. Program ini sangat dirasakan petani karena mampu mendongkrak hasil panen.
Bahkan, Kabupaten Sragen menjadi lumbung pangan nomor dua di Jawa Tengah dan nomor sembilan di Indonesia, meskipun luas lahannya lebih kecil dibanding daerah lain. Sehingga sinergi antara PLN dengan Pemerintah Daerah sangat baik guna mendukung ketahanan pangan.
Baca juga: Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Keluhkan Kerusakan Jalan Ngadirejo-Candiroto Temanggung
Pihaknya akan terus mengembangkan, bukan hanya dari sisi sawahnya saja. Namun akan digarap di sisi hulu hingga hilir mulai dari benih hingga pengolahannya. “Pembibitan yang tadinya pakai diesel atau tergantung musim, dengan adanya listrik petani bisa mengatur kapan pun waktunya,” kata Andi Kurniyawan.
Ketika di hilir, yakni di penggilingan padi, penggunaan diesel dikonversi menjadi listrik. Hitung-hitungannya jauh lebih murah karena biaya produksi mampu ditekan hingga 50 persen. Karena tidak membutuhkan BBM, biaya pemeliharaan lebih murah dan gampang.
Bahkan, Kabupaten Sragen menjadi lumbung pangan nomor dua di Jawa Tengah dan nomor sembilan di Indonesia, meskipun luas lahannya lebih kecil dibanding daerah lain. Sehingga sinergi antara PLN dengan Pemerintah Daerah sangat baik guna mendukung ketahanan pangan.
Baca juga: Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Keluhkan Kerusakan Jalan Ngadirejo-Candiroto Temanggung
Pihaknya akan terus mengembangkan, bukan hanya dari sisi sawahnya saja. Namun akan digarap di sisi hulu hingga hilir mulai dari benih hingga pengolahannya. “Pembibitan yang tadinya pakai diesel atau tergantung musim, dengan adanya listrik petani bisa mengatur kapan pun waktunya,” kata Andi Kurniyawan.
Ketika di hilir, yakni di penggilingan padi, penggunaan diesel dikonversi menjadi listrik. Hitung-hitungannya jauh lebih murah karena biaya produksi mampu ditekan hingga 50 persen. Karena tidak membutuhkan BBM, biaya pemeliharaan lebih murah dan gampang.
Lihat Juga :