Tak Ingin Mayat Corona Berserakan di Jalanan, Chile Gali 2.000 Kuburan

Jum'at, 15 Mei 2020 - 17:34 WIB
"Kami menyadari bahwa ini adalah momen bersejarah dan bahwa kami mungkin perlu lebih banyak kuburan, karena kami melihat apa yang terjadi di negara lain," kata direktur pemakaman Rashid Saud kepada AFP.

Dia mengatakan bahwa langkah untuk membuat kuburan massal harus dilakukan setelah membandingkan dengan negara-negara yang telah memiliki kematian orang-orang di jalanan dan jasad membusuk di truk. ”Itulah yang ingin kita hindari dan mudah-mudahan kita tidak perlu menggunakannya," ujar Saud.

(Baca: Virus Corona Kembali Bobol Kapal Induk Nuklir AS)

Kepala serikat pekerja pekuburan, Luis Yevenes, mengatakan dia prihatin dengan situasi di kota-kota Chile, seperti kurangnya kapasitas medis di Valparaiso dan Vina del Mar di tengah, Concepcion dan Talcahuano.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!