Tak Ingin Mayat Corona Berserakan di Jalanan, Chile Gali 2.000 Kuburan
Jum'at, 15 Mei 2020 - 17:34 WIB
Warga Chile mengenakan masker. Pemerintah Chile menggali 2.000 kuburan untuk menampung korban meninggal virus Corona. Foto/ilustrasi.ist
SANTIAGO - Pemerintah Chile menggali sekitar 2.000 kuburan baru di kompleks pemakaman utama ibu kota Santiago. Hal ini dilakukan menyusul lonjakan kasus infeksi Corona (COVID-19) di negara tersebut.
Negara di Amerika Selatan ini secara resmi melaporkan total 37.040 kasus infeksi COVID-19 dengan 368 kematian dan 15.655 pasien sembuh sejak 3 Maret. Rata-rata kasus infeksi harian di negara itu antara 350 hingga 500. Namun, pada Rabu lalu lonjakan kasus infeksi mecatatkan rekor tertinggi yakni 2.600 dalam 24 jam.
(Baca: Jadwal Berubah Setiap Dua Hari, Kapasitas Penumpang KLB Dikurangi)
Lonjakan kasus infeksi mendorong pemerintah untuk mengumumkan penguncian atau lockdown. Santiago mulai Jumat (15/5/2020), yang berdampak pada 7 juta orang.
Negara di Amerika Selatan ini secara resmi melaporkan total 37.040 kasus infeksi COVID-19 dengan 368 kematian dan 15.655 pasien sembuh sejak 3 Maret. Rata-rata kasus infeksi harian di negara itu antara 350 hingga 500. Namun, pada Rabu lalu lonjakan kasus infeksi mecatatkan rekor tertinggi yakni 2.600 dalam 24 jam.
(Baca: Jadwal Berubah Setiap Dua Hari, Kapasitas Penumpang KLB Dikurangi)
Lonjakan kasus infeksi mendorong pemerintah untuk mengumumkan penguncian atau lockdown. Santiago mulai Jumat (15/5/2020), yang berdampak pada 7 juta orang.
Lihat Juga :