Gempa Majene 6,2 SR, Ini Kata Ahli Kegempaan Unsoed

Minggu, 17 Januari 2021 - 16:34 WIB
"Hal ini penting untuk menentukan jalur gempa akibat sesar naik di mana jalur sesar/patahannya tidak membentuk zona yang lurus seperti sesar Palu misalnya. Jalur Patahan naik dengan kemiringan yang umumnya landai akan membentuk zona rawan yang berkelok-kelok tidak lurus," terang dosen Teknik Geologi Fakultas Teknik Unsoed ini.

Data-data deformasi batuan di permukaan akibat gempa tersebut akan segera hilang atau tertutup bila terjadi hujan. Sehingga harus segera dipetakan. Bencana tanah longsor tanah atau batuan akibat gempa darat umum terjadi, sehingga warga yang tinggal di bawah tebing atau lereng terjal perlu diberikan pemahaman utuk upaya penyelamatan diri.

"Terjadinya longsor di bawah laut akibat gempa ini juga harus diwaspadai karena dapat menimbulkan ancaman tsunami," ujarnya.

Asmoro Widagdo yang menjadi anggota Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) ini menambahkan, mengingat daerah di Sulawesi Barat tersebut merupakan daerah yang akan selalu terancam oleh gempa-gempa selanjutnya, maka pembangunan infrastruktur harus sangat memperhatikan potensi ancaman ini.

"Model-model rumah panggung dari kayu hasil kearifan lokal perlu dilestarikan. Hasil kebudayaan lokal ratusan tahun ini sudah mempertimbangkan ancaman gempa dan tsunami telah dan memang sering terjadi di Sulawesi pada jaman dahulu," sarannya. Kajian kearifan lokal lainnya dari kebudayaan di Sulawesi perlu dikaji lebih dalam untuk upaya mitigasi selanjutnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!