Gubernur Gorontalo Minta Tiap Kecamatan Punya Sekolah Unggulan

Selasa, 12 Januari 2021 - 17:41 WIB
Sementara itu, Kepala Dinas Dikbudpora Yosef P Koton menjelaskan, pemerataan dan perluasan akses pendidikan SMA/SMK di Provinsi Gorontalo sudah jauh lebih baik. Tinggal tersisa 10 kecamatan di empat kabupaten yang belum memiliki sekolah tingkat SMA/SMK. “Alhamdulillah saat rapat pimpinan OPD, Bapak Gubernur memerintahkan saya untuk mengusulkan anggaran tambahan dan sudah saya usulkan ke Pak Sekda,” kata Yosef. (Baca juga: Bak Santa Claus, Gubernur Gorontalo Datang Bawa ‘Kado Natal’ Menyapa Warga)

Dari aspek sarpras SMK di Provinsi Gorontalo, Yosef menyebut Provinsi Gorontalo masuk 10 besar daerah masuk kategori cukup baik mutu sarprasnya. Meski begitu, jika mengacu laporan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) dengan delapan Standar Nasional Pendidikan baru berada pada level 5.

“Data LPMP menyebutkan baru ada 20 dari 132 sekolah yang mencapai SNP, sisanya berada pada level SNP 1 sampai 4. Oleh karena itu masih membutuhkan arahan dan perhatian yang lebih dari Bapak Gubernur,” imbuhnya.

Kehadiran Gubernur Rusli di SMK Dungaliyo untuk meresmikan pekerjaan fisik SMK se Gorontalo tahun anggaran 2020. Gorontalo mendapatkan total dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat sebesar Rp22,34 miliar. (Baca Juga: Gubernur Gorontalo Minta Masyarakat Tidak Termakan Hoaks Vaksinasi Covid-19)

Ada juga pembiayaan melalui APBD sebesar Rp8,8 miliar terdiri dari ruang praktik/display/laboratorium, pengadaan media pembelajaran/alat praktik dan alat peraga serta penyediaan meubiler SMK. Dana tersebut belum termasuk untuk tingkat SMA dan SLB.
(nic)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!