Gubernur Gorontalo Minta Tiap Kecamatan Punya Sekolah Unggulan
Selasa, 12 Januari 2021 - 17:41 WIB
Gubernur Rusli saat meresmikan gedung dan sarana prasarana (sarpras) di SMK Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, Selasa (12/1/2021). Foto: Okezone/Subhan Sabu
GORONTALO - Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie mendorong Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) untuk mewujudkan satu kecamatan satu sekolah unggulan tingkat SMA/SMK . Agar kualitas pendidikan Gorontalo merata dan tidak menumpuk di perkotaan.
“Tolong Pak kadis dirancang di setiap kecamatan ada sekolah yang jadi unggulan. Baik itu kualitas gurunya dan fasilitasnya sama dengan sekolah unggulan di kota. Agar tidak ada yang berebut masuk ke SMA 1 dan SMA 3 Kota Gorontalo (sekolah favorit),” kata Gubernur Rusli saat meresmikan gedung dan sarana prasarana (sarpras) di SMK Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, Selasa (12/1/2021).
Menurut Rusli, penumpukan siswa di perkotaan disebabkan kurang meratanya kualitas guru dan sarpras di tiap kecamatan. Dia mengakui setiap awal tahun pelajaran harus berurusan dengan orang tua siswa yang memaksa masuk ke SMA favorit, padahal sekarang sudah diatur dengan sistem rayonisasi. (Baca Juga: Gubernur Gorontalo Belum Izinkan Sekolah Buka Awal Tahun 2021)
“Contohnya SMA 1 Kota Gorontalo. Setiap penerimaan siswa baru mereka itu paksa, bahkan ada yang datang ke rumah saya minta anaknya masuk di situ. Ada yang mengaku keluarga, tim sukses dan lain-lain. Ini yang harus kita atur,” imbuhnya.
“Tolong Pak kadis dirancang di setiap kecamatan ada sekolah yang jadi unggulan. Baik itu kualitas gurunya dan fasilitasnya sama dengan sekolah unggulan di kota. Agar tidak ada yang berebut masuk ke SMA 1 dan SMA 3 Kota Gorontalo (sekolah favorit),” kata Gubernur Rusli saat meresmikan gedung dan sarana prasarana (sarpras) di SMK Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, Selasa (12/1/2021).
Menurut Rusli, penumpukan siswa di perkotaan disebabkan kurang meratanya kualitas guru dan sarpras di tiap kecamatan. Dia mengakui setiap awal tahun pelajaran harus berurusan dengan orang tua siswa yang memaksa masuk ke SMA favorit, padahal sekarang sudah diatur dengan sistem rayonisasi. (Baca Juga: Gubernur Gorontalo Belum Izinkan Sekolah Buka Awal Tahun 2021)
“Contohnya SMA 1 Kota Gorontalo. Setiap penerimaan siswa baru mereka itu paksa, bahkan ada yang datang ke rumah saya minta anaknya masuk di situ. Ada yang mengaku keluarga, tim sukses dan lain-lain. Ini yang harus kita atur,” imbuhnya.
Lihat Juga :