Ada Jejak India, Majapahit, dan Belanda di Pulau Sabu
Minggu, 10 Januari 2021 - 05:01 WIB
Dalam klausul kontrak itu, penguasa atau raja Sabu wajib menyediakan tentara bagi Belanda demi kepentingan pertahanannya di Kupang. Tujuan utama tenaga bersenjata ini adalah untuk melancarkan ekspedisi militer seperti yang dilakukan oleh pemimpin perang Von Pluskow sejak 1758 hingga 1761 kala itu. (Baca juga: Jejak Peradaban Eropa Abad ke-19 di Delta Mahakam, dari Keramik hingga Botol)
Pada tahun 1838, lagi-lagi Belanda memanfaatkan ketrampilan orang Sabu di bidang militer untuk menghentikan aksi orang Ende yang menyerang Sumba demi mendapatkan budak. Era ini mendorong orang Sabu berpindah ke Sumba yang diawali dengan menjalin hubungan kekerabatan melalu perkawinan antara Raja Melolo di Sumba Timur dan Raja Sabu di Habba.
Makan berkembanglah perkampungan orang Sabu di Sumba Timur . Namun, wabah penyakit cacar beberapa kali menimpa perkampungan orang Sabu di tahun 1869. Pada tahun 1874, kampung ini kembali dilanda penyakit yang menimbulkan korban jiwa hingga membuat orang Sabu kehilangan hampir seperenam jumlah mereka. Baru sekitar tahun 1925 jumlaah penduduk Sabu kembali meningkat.
Kembali ke jejak Belanda, cerita menarik lainnya adalah bahwa ternyata Kapten James Cook pernah singgah di Pulau Sabu. James Cook adalah penemu Benua Australia dan Kepulauan Hawai. James pula orang pertama yang mengelilingi serta membuat peta Selandia Baru. Dalam perjalanannya menuju Batavia pada tahun 1770, Kapal HM Bark Endeavour yang ditumpanginya terdampar di Pulau Sabu. (Baca juga: Gempa Bumi 5,0 SR Guncang Waijellu Sumba Timur NTT)
Diceritakan, kapal ini harus mampir di pulau kecil Sabu karena kehabisan perbekalan. Di pulau ini, Kapten James Cook mendapatkan bantuan logistik dari raja Sabu yaitu Raja Ama Doko Lomi Djara. Berkat bantuan tersebut, James bisa melanjutkan perjalanannya ke Batavia.
Pada tahun 1838, lagi-lagi Belanda memanfaatkan ketrampilan orang Sabu di bidang militer untuk menghentikan aksi orang Ende yang menyerang Sumba demi mendapatkan budak. Era ini mendorong orang Sabu berpindah ke Sumba yang diawali dengan menjalin hubungan kekerabatan melalu perkawinan antara Raja Melolo di Sumba Timur dan Raja Sabu di Habba.
Makan berkembanglah perkampungan orang Sabu di Sumba Timur . Namun, wabah penyakit cacar beberapa kali menimpa perkampungan orang Sabu di tahun 1869. Pada tahun 1874, kampung ini kembali dilanda penyakit yang menimbulkan korban jiwa hingga membuat orang Sabu kehilangan hampir seperenam jumlah mereka. Baru sekitar tahun 1925 jumlaah penduduk Sabu kembali meningkat.
Kembali ke jejak Belanda, cerita menarik lainnya adalah bahwa ternyata Kapten James Cook pernah singgah di Pulau Sabu. James Cook adalah penemu Benua Australia dan Kepulauan Hawai. James pula orang pertama yang mengelilingi serta membuat peta Selandia Baru. Dalam perjalanannya menuju Batavia pada tahun 1770, Kapal HM Bark Endeavour yang ditumpanginya terdampar di Pulau Sabu. (Baca juga: Gempa Bumi 5,0 SR Guncang Waijellu Sumba Timur NTT)
Diceritakan, kapal ini harus mampir di pulau kecil Sabu karena kehabisan perbekalan. Di pulau ini, Kapten James Cook mendapatkan bantuan logistik dari raja Sabu yaitu Raja Ama Doko Lomi Djara. Berkat bantuan tersebut, James bisa melanjutkan perjalanannya ke Batavia.
(don)
Lihat Juga :