IKA Unpad Dukung Produksi Massal Alat Deteksi COVID-19 Si CePAD
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:21 WIB
Alat ini menurutnya sudah mendapatkan rekomendasi dari World Health Organization (WHO) dan Perhimpunan Patologi Klinis Indonesia serta telah diizinkan untuk beredar oleh Kementerian Kesehatan sejak 4 November 2020.
Sebagai bagian dari kegiatan Bakti Inovasi, pada Desember 2020 lalu, Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) sudah membeli alat ini sebanyak 3.000 kit dan didistribusikan kepada RS Hasan Sadikin dan RS Pendidikan Unpad serta akan diproduksi massal untuk penggunaan di Jawa Barat.
"Si CePAD adalah inovasi anak negeri dengan akurasi 84 persen melebihi standar WHO. Selain tingkat akurasi yang tinggi, secara harga pun jauh lebih murah dibanding dengan alat PCR import yang saat ini digunakan. Harga eceran Si CePAD adalah Rp120.000," tambah Ira.
(Baca juga: Pandemi, Tim Inovasi Unpad Kampanyekan Pengawet Ikan Tanpa Formalin)
Lebih lanjut Ira mengatakan, hari ini, Sabtu (9/1/2021), IKA Unpad akan meluncurkan Media Center IKA Unpad di Sekretariat IKA Unpad di Jalan Singaperbangsa, Kota Bandung.
Sebagai bagian dari kegiatan Bakti Inovasi, pada Desember 2020 lalu, Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) sudah membeli alat ini sebanyak 3.000 kit dan didistribusikan kepada RS Hasan Sadikin dan RS Pendidikan Unpad serta akan diproduksi massal untuk penggunaan di Jawa Barat.
"Si CePAD adalah inovasi anak negeri dengan akurasi 84 persen melebihi standar WHO. Selain tingkat akurasi yang tinggi, secara harga pun jauh lebih murah dibanding dengan alat PCR import yang saat ini digunakan. Harga eceran Si CePAD adalah Rp120.000," tambah Ira.
(Baca juga: Pandemi, Tim Inovasi Unpad Kampanyekan Pengawet Ikan Tanpa Formalin)
Lebih lanjut Ira mengatakan, hari ini, Sabtu (9/1/2021), IKA Unpad akan meluncurkan Media Center IKA Unpad di Sekretariat IKA Unpad di Jalan Singaperbangsa, Kota Bandung.
Lihat Juga :