COVID-19 Kian Mengkawatirkan, Ini Kata Pakar Kesehatan Ubaya
Senin, 04 Januari 2021 - 02:41 WIB
Tenaga Medis melakukan perawatan pasien suspek Covid-19 diruang isolasi khusus RS Husada Utama Surabaya, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Foto/SINDONews/Ali Masduki
SURABAYA - Kasus COVID-19 di Indonesia kian mengkawatirkan. Hingga Minggu (3/1/2021), ada penambahan 6.877 pasien positif COVID-19 . Sehingga total kasus COVID-19 di Indonesia menjadi 765.350 orang.
Merujuk data dari Kementerian Kesehatan, penambahan terbanyak kasus Covid-19 ada di Jakarta dengan 1.658 orang, disusul Jawa Barat dengan 1.232 orang. Sedangkan pasien sembuh bertambah 6.419 orang, menjadi 631.937 orang dan yang meninggal bertambah 179 orang menjadi 22.734 orang. (Baca juga: Sandiaga Uno Sebut Bali Bisa Bebas Covid Seperti Selandia Baru, Caranya? )
Terus bertambahnya jumlah pasien COVID-19 itu menjadikan rumah sakit rujukan kelabakan. Bahkan sebagian besar rumah sakit khusus COVID-19 sudah menolak karena daya tampung pasien overload. Di sisi lain, kabar datangnya vaksin juga menjadi angin segar bagi masyarakat Indonesia. (Baca juga: Positif COVID-19 Membludak, Mulai Besok Wisata Blitar Ditutup dan Berlaku Jam Malam )
Dosen Fakultas Kedokteran Universita Surabaya (Ubaya) dr Heru Wijono SpPD FINASIM mengatakan, virus asal Wuhan ini memang tidak bisa diremehkan. COVID-19 mempunyai ciri yang berbeda dengan virus lain. Selain berbahaya karena bisa menyebabkan kematian walau persentase tidak begitu besar, namun potensi penularan sangat besar dan tidak memerlukan hewan perantara seperti nyamuk pada demam berdarah, tikus pada leptospira, Flu burung dengan unggas.
Merujuk data dari Kementerian Kesehatan, penambahan terbanyak kasus Covid-19 ada di Jakarta dengan 1.658 orang, disusul Jawa Barat dengan 1.232 orang. Sedangkan pasien sembuh bertambah 6.419 orang, menjadi 631.937 orang dan yang meninggal bertambah 179 orang menjadi 22.734 orang. (Baca juga: Sandiaga Uno Sebut Bali Bisa Bebas Covid Seperti Selandia Baru, Caranya? )
Terus bertambahnya jumlah pasien COVID-19 itu menjadikan rumah sakit rujukan kelabakan. Bahkan sebagian besar rumah sakit khusus COVID-19 sudah menolak karena daya tampung pasien overload. Di sisi lain, kabar datangnya vaksin juga menjadi angin segar bagi masyarakat Indonesia. (Baca juga: Positif COVID-19 Membludak, Mulai Besok Wisata Blitar Ditutup dan Berlaku Jam Malam )
Dosen Fakultas Kedokteran Universita Surabaya (Ubaya) dr Heru Wijono SpPD FINASIM mengatakan, virus asal Wuhan ini memang tidak bisa diremehkan. COVID-19 mempunyai ciri yang berbeda dengan virus lain. Selain berbahaya karena bisa menyebabkan kematian walau persentase tidak begitu besar, namun potensi penularan sangat besar dan tidak memerlukan hewan perantara seperti nyamuk pada demam berdarah, tikus pada leptospira, Flu burung dengan unggas.
Lihat Juga :