Sedekah Gunung, Medium Penyampaian Dawuh Merapi

Sabtu, 02 Januari 2021 - 21:21 WIB
Pak Pras sapaan akrab Prasetyadi Wibawa menjelaskan, Dawuh yang didapat perihal perkembangan Merapi yang diyakini juga menjadi gambaran kosmik secara umum. Caosan Sedekah Gunung juga dibarengi Pasang Tumbal di aliran Sungai. Hal tersebut diyakini sebagai benteng keselamatan bagi khalayak, khususnya sekitar Merapi.

Gunung Merapi sendiri dianggap sakral karena diyakini bertalian erat dengan kosmologi Jawa dan tak bisa dipisahkan dari sejarah panjang peradaban Jawa. Dalam slametan bertajuk Sedekah Gunung ini, Pak Pras juga menegaskan peran vital Merapi bagi Jawa, bahkan Indonesia. Merapi dianggap sebagai pusat yang memiliki pengaruh besar bagi alam sekitarnya.

Terkait dengan aktivitas vulkanik Merapi belakangan ini, Pak Pras menegaskan tidak satu orang pun yang bisa memprediksi erupsi Merapi. “Kapan Merapi akan erupsi itu tidak bisa diprediksi. Namun Merapi selalu memberikan tanda-tanda,” ujarnya dalam pernyataan tertulis yang diterima SINDOnews, Sabtu (2/1/2021).

Menurut Pras, pedoman yang bisa dijadikan acuan dalam membaca gejala erupsi adalah perpaduan teknologi, pengalaman erupsi 2010, dan kearifan lokal. Karenanya Pras meminta warga agar tidak terpengaruh wacana yang dapat menimbulkan kepanikan selama erupsi berlangsung.

(Baca Juga: Siklus 10 Tahunan Merapi Terlewati dan Munculnya Awan Semar, Ini Pesan Sang Juru Kunci)

Pras juga meminta agar warga tidak mudah terpengaruh terhadap wacana yang bisa menimbulkan kepanikan seputar erupsi Merapi, termasuk pemahaman tentang juru kunci.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!