12 Wisatawan Reaktif Covid-19 Usai Jalani Rapid Tes Antigen di Restoran
Jum'at, 01 Januari 2021 - 16:42 WIB
Dedi melanjutkan, jumlah total wisatawan yang dinyatakan reaktif Covid-19 berdasarkan hasil rapid test antigen yang digelar di kawasan wisata Cirebon itu mencapai 25 wisatawan dari total pengetesan terhadap 244 wisatawan. "Rinciannya, selain di restoran tadi, kita temukan 8 wisatawan reaktif di tiga hotel, 3 wisatawan di salah satu kafe, dan 2 wisatawan di salah satu objek wisata di Cirebon," sebutnya
Lebih lanjut Dedi mengatakan, tim juga mendapati sejumlah wisatawan reaktif Covid-19 di sejumlah kawasan wisata lainnya di Jabar. Seluruh wisatawan yang reaktif Covid-19 diminta menjalani swab test dan menunda aktivitas wisata hingga hasil swab test keluar. "Jika ada yang reaktif, tindakannya langsung tes lanjutan swab bekerja sama dengan dinas kesehatan setempat," katanya.
Disinggung soal penerapan protokol kesehatan di kawasan wisata, Dedi memastikan, seluruh objek wisata, termasuk fasilitas penunjangnya sudah melaksanakan protokol kesehatan dengan baik. "Sejauh ini, penerapan protokol kesehatan sudah baik," ujarnya.
Dedi juga menyebutkan, tingkat okupansi hotel selama libur panjang juga cukup baik, seperti yang tampak di sejumlah hotel di kawasan wisata Kabupaten Garut yang rata-rata mencapai 45 persen. "Tingkat okupansi hotel selama liburan akhir tahun cukup baik, seperti di Garut kurang lebih 45 persen," katanya (Baca juga: Jangan Main-Main, Palsukan Surat Rapid Test Antigen Terancam Penjara 4 Tahun)
Sebelumnya, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengklaim bahwa kepatuhan warganya, khususnya di masa libur panjang akhir tahun hingga malam pergantian tahun 2021 tinggi.
Lebih lanjut Dedi mengatakan, tim juga mendapati sejumlah wisatawan reaktif Covid-19 di sejumlah kawasan wisata lainnya di Jabar. Seluruh wisatawan yang reaktif Covid-19 diminta menjalani swab test dan menunda aktivitas wisata hingga hasil swab test keluar. "Jika ada yang reaktif, tindakannya langsung tes lanjutan swab bekerja sama dengan dinas kesehatan setempat," katanya.
Disinggung soal penerapan protokol kesehatan di kawasan wisata, Dedi memastikan, seluruh objek wisata, termasuk fasilitas penunjangnya sudah melaksanakan protokol kesehatan dengan baik. "Sejauh ini, penerapan protokol kesehatan sudah baik," ujarnya.
Dedi juga menyebutkan, tingkat okupansi hotel selama libur panjang juga cukup baik, seperti yang tampak di sejumlah hotel di kawasan wisata Kabupaten Garut yang rata-rata mencapai 45 persen. "Tingkat okupansi hotel selama liburan akhir tahun cukup baik, seperti di Garut kurang lebih 45 persen," katanya (Baca juga: Jangan Main-Main, Palsukan Surat Rapid Test Antigen Terancam Penjara 4 Tahun)
Sebelumnya, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengklaim bahwa kepatuhan warganya, khususnya di masa libur panjang akhir tahun hingga malam pergantian tahun 2021 tinggi.
Lihat Juga :