Suami Tak Bisa Melaut karena Musim Ombak, Istri Nelayan di Perbatasan Bercocok Tanam Hidroponik

Jum'at, 25 Desember 2020 - 13:28 WIB
Sayuran yang ditanam berupa sawi, selada, daun sop dan berbagai tanaman sayur lainnya. Penanaman sayuran hidroponik dilakukan secara berkelompok di bawah binaan Lurah Tanjungbatu Utara Asniyati. Mereka kemudian memasarkan sayuran hidroponik secara online maupun titip jual di warung-warung masyarakat.

(Baca juga : Diversifikasi Pangan, Ini Keunggulan Singkong yang Belum Banyak Diketahui )

Menurut Lurah Tanjung Batu Utara Asniyati, kegiatan ini sangat memberikan manfaat kepada masyarakat karena para istri nelayan dapat membantu ekonomi keluarga yang terpuruk di musim utara dan masa pandemi COVID-19 sekarang ini. "Selain mendapat pelatihan secara berkelompok mereka juga melakukan kegiatan penanaman sayuran hidroponik di pekarangan rumah masing-masing," ujar Lurah Asniyati. (Baca: Warga Perbatasan di Bintan Rasakan Manfaat Pembangunan Lewat Bantuan Dana Pusat).

Sementara menurut Kepala Bagian Perbatasan Pemkab Bintan, Hasan, program ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kawasan perbatasan. Secara geodrafis Kabupaten Bintan merupakan wilayah terdepan Indonesia yang berbatasan laut dengan Singapura dan Malaysia. Di Kabupaten ini ada empat kecamatan yang menjadi lokasi prioritas pembangunan perbatasan yang telah ditetapkan Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) RI," pungkasnya.
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!