Biker Cimahi Naik Haji Pakai Motor Demi Doakan Kesembuhan Ibu
Rabu, 23 Desember 2020 - 16:46 WIB
Dirinya berikrar ketika tiba di Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji dan bersimpuh di hadapan Kabah akan berdoa kepada sang kuasa agar ibunya bisa sembuh seperti sedia kala. Bambang mengaku sedih melihat kondisi wanita yang melahirkannya hanya terbaring lemas di tempat tidurnya selama 8 tahun ini.
Guna mewujudkan cita-citanya tersebut, pria yang akrab disapa Ibenk ini telah memutuskan untuk pensiun dini dari pekerjaannya sebagai PNS di Kementerian Pertahanan dan berdinas di Bandung. Sejak itulah dirinya mempersiapkan diri baik secara mental, fisik, psikis, hingga materi sebagai bekal perjalanan.
Setiap hari dirinya berlatih fisik dengan berlari puluhan kilometer. Tantangan cuaca dan medan perjalanan yang belum dikenal membuatnya harus benar-benar fit. Apalagi diprediksi perjalanan menggunakan motor ke Mekkah akan memakan waktu sekitar 5 bulan atau sebelum musim haji tiba.
Segala barang bawaan pun sudah dipersiapkan di side box. Seperti pakaian, peralatan camping, sparepart kendaraan, obat-obatan pribadi, hingga kelengkapan dokumen berkendara lintas negara seperti Carnet De Passage En Douane (CPD) atau paspor kendaraan bermotor, visa, serta surat keterangan No Objection Certificate (NOC) untuk di wilayah konflik.
Untuk rute yang akan dilaluinya, dia menyebutkan akan memulai perjalanan dari Cimahi ke Medan lalu menyeberang ke Malaysia difasilitasi Konsulat Jenderal (Konjen) Malaysia. Dari Medan, dia akan melanjutkan perjalanan melintasi Malaysia, Thailand, Myanmar, India, Pakistan, Iran, Irak, UEA, Yordania, Israel, Arab Saudi, dan Mesir.
Dikarenakan saat ini sedang dalam kondisi pandemi COVID-19, maka dirinya harus menyesuaikan penerapan protokol kesehatan di setiap negara dengan melakukan karantina 14 hari. Alhasil maka waktu yang dibutuhkan menjadi lebih lama dan praktis berdampak kepada biaya hidup yang membengkak.
Guna mewujudkan cita-citanya tersebut, pria yang akrab disapa Ibenk ini telah memutuskan untuk pensiun dini dari pekerjaannya sebagai PNS di Kementerian Pertahanan dan berdinas di Bandung. Sejak itulah dirinya mempersiapkan diri baik secara mental, fisik, psikis, hingga materi sebagai bekal perjalanan.
Setiap hari dirinya berlatih fisik dengan berlari puluhan kilometer. Tantangan cuaca dan medan perjalanan yang belum dikenal membuatnya harus benar-benar fit. Apalagi diprediksi perjalanan menggunakan motor ke Mekkah akan memakan waktu sekitar 5 bulan atau sebelum musim haji tiba.
Segala barang bawaan pun sudah dipersiapkan di side box. Seperti pakaian, peralatan camping, sparepart kendaraan, obat-obatan pribadi, hingga kelengkapan dokumen berkendara lintas negara seperti Carnet De Passage En Douane (CPD) atau paspor kendaraan bermotor, visa, serta surat keterangan No Objection Certificate (NOC) untuk di wilayah konflik.
Untuk rute yang akan dilaluinya, dia menyebutkan akan memulai perjalanan dari Cimahi ke Medan lalu menyeberang ke Malaysia difasilitasi Konsulat Jenderal (Konjen) Malaysia. Dari Medan, dia akan melanjutkan perjalanan melintasi Malaysia, Thailand, Myanmar, India, Pakistan, Iran, Irak, UEA, Yordania, Israel, Arab Saudi, dan Mesir.
Dikarenakan saat ini sedang dalam kondisi pandemi COVID-19, maka dirinya harus menyesuaikan penerapan protokol kesehatan di setiap negara dengan melakukan karantina 14 hari. Alhasil maka waktu yang dibutuhkan menjadi lebih lama dan praktis berdampak kepada biaya hidup yang membengkak.
Lihat Juga :