Pelaku UMKM Butuh Guiden Agar Survive di Era Kenormalan Baru
Minggu, 20 Desember 2020 - 03:59 WIB
Pengurus DPC Hipmikimdo, KBB, periode 2020-2025 usai dilantik oleh Ketua DPD Hipmikimdo Jawa Barat Lise Purnamasari. Pelaku UMKM dituntut melek teknologi agar bisa menangkap peluang di era kenormalan baru. Foto/SINDOnews/Adi Haryanto
BANDUNG BARAT - Himpunan Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah Indonesia (Hipmikimdo), Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengakui akibat pandemi COVID-19 banyak UMKM yang terdampak.
Oleh karena itu, supaya tetap bisa survive dan kembali menjalani adaptasi kebiasaan baru di tahun 2021, dukungan serta perhatian dari pemerintah harus tetap diberikan kepada para pelaku UMKM.
(Baca juga: GP Ansor dan Aice Bagikan 5 Juta Masker, Khofifah: Perkuat Pencegahan COVID-19 )
"Pandemi COVID-19 benar-benar memukul pelaku UMKM, ada seribu lebih di KBB. Harapan kami di era kenormalan baru tahun depan, perekonomian kembali pulih, normal seperti sebelumnya," kata Ketua DPC Hipmikimdo, KBB, Saiful Rachman, Sabtu (19/12/2020).
Oleh karena itu, supaya tetap bisa survive dan kembali menjalani adaptasi kebiasaan baru di tahun 2021, dukungan serta perhatian dari pemerintah harus tetap diberikan kepada para pelaku UMKM.
(Baca juga: GP Ansor dan Aice Bagikan 5 Juta Masker, Khofifah: Perkuat Pencegahan COVID-19 )
"Pandemi COVID-19 benar-benar memukul pelaku UMKM, ada seribu lebih di KBB. Harapan kami di era kenormalan baru tahun depan, perekonomian kembali pulih, normal seperti sebelumnya," kata Ketua DPC Hipmikimdo, KBB, Saiful Rachman, Sabtu (19/12/2020).
Lihat Juga :