Petani Tembakau di Kabupaten Pasuruan dapat Bantuan Mesin Perajang dan Widig
Rabu, 16 Desember 2020 - 08:47 WIB
Petani Tembakau di Kabupaten Pasuruan dapat Bantuan Mesin Perajang dan Widig
PASURUAN - Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Kabupaten Pasuruan benar-benar dikembalikan untuk masyarakat melalui berbagai program. Salah satu program yang dilakukan pada 2020 ini adalah peningkatan kualitas bahan baku. Tujuannya tak lain untuk meningkatkan kesejahteraan petani tembakau.
Program yang digawangi oleh Dinas Pertanian ini lebih pada upaya penanganan ketika panen dan pasca panen tembakau. Nah, pada 2020 ini bentuk ketigiatan yang dilakukan yaitu bantuan alat berupa mesin perajang tembakau dan juga widig untuk menjemur tembakau.
Kabid Produksi Tanaman Perkebunan, Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan, Etin Endarwati mengatakan bahwa program tahun ini berbeda dengan tahun 2019 lalu. Dimana pada 2019 lebih pembinaan pada para petani dan belum ada bantuan sarana prasarana. “2019 itu pembinaan dan sekolah lapang. Petani tembakau diajari mulai dari pengelonaan sampai pemasaran,” katanya.
Etin menandaskan bahwa pihaknya mendapatkan anggaran sebesar Rp 267,9 juta. Dana tersebut kemudian digunakan untuk pemberian bantuan mesin perajang tembakau pada tiga kelompok tani tambakau dan pemberian widig juga pada tiga kelompok tembakau. Untuk mesin perajang tembakau, satu kelompok menerima satu unit mesin. Sedangkan untuk widig, satu kelompok mendapatkan 100 lembar.
Program yang digawangi oleh Dinas Pertanian ini lebih pada upaya penanganan ketika panen dan pasca panen tembakau. Nah, pada 2020 ini bentuk ketigiatan yang dilakukan yaitu bantuan alat berupa mesin perajang tembakau dan juga widig untuk menjemur tembakau.
Kabid Produksi Tanaman Perkebunan, Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan, Etin Endarwati mengatakan bahwa program tahun ini berbeda dengan tahun 2019 lalu. Dimana pada 2019 lebih pembinaan pada para petani dan belum ada bantuan sarana prasarana. “2019 itu pembinaan dan sekolah lapang. Petani tembakau diajari mulai dari pengelonaan sampai pemasaran,” katanya.
Etin menandaskan bahwa pihaknya mendapatkan anggaran sebesar Rp 267,9 juta. Dana tersebut kemudian digunakan untuk pemberian bantuan mesin perajang tembakau pada tiga kelompok tani tambakau dan pemberian widig juga pada tiga kelompok tembakau. Untuk mesin perajang tembakau, satu kelompok menerima satu unit mesin. Sedangkan untuk widig, satu kelompok mendapatkan 100 lembar.
Lihat Juga :