Survei BNPT: 85% Milenial Rentan Terpapar Radikalisme
Kamis, 17 Desember 2020 - 11:45 WIB
Menurut Boy, generasi milenial yang mengakses internet ibarat masuk ke hutan belantara. Saat mencari konten keagamaan misalnya, ada kecenderungan menerima preferensi ceramah keagamaan dengan durasi singkat sehingga tidak diterima secara utuh.
Di sisi lain, jaringan teroris sangat intens menyebarkan narasi radikal radikal dan intoleran. "Pada saat yang sama, anak-anak muda yang disebut gen Z ini belum tumbuh ketertiban sosial, kepatuhan hukum dan itikad dalam menggunakan media sosial untuk tujuan yang baik," ungkap Boy.
Dia meminta peserta Rakornas yang merupakan pengurus FKPT dari 32 provinsi berperan aktif mengatasi masalah tersebut.
"Tidak bisa kita melarang internet, karena itu hak anak muda. Tapi bagaimana memberi edukasi yang baik, yaitu menggunakan medsos dengan cerdas," urainya.
FKPT juga harus bisa memberikan konten kebhinekaan, nasionalisme dan moderasi dalam beragama. "Hasil survei tahun 2019 menemukan konten pendidikan kebhinekaan memiliki skor rendah dibanding dimensi lainnya," imbuh mantan Kadiv Humas Polri ini.
Di sisi lain, jaringan teroris sangat intens menyebarkan narasi radikal radikal dan intoleran. "Pada saat yang sama, anak-anak muda yang disebut gen Z ini belum tumbuh ketertiban sosial, kepatuhan hukum dan itikad dalam menggunakan media sosial untuk tujuan yang baik," ungkap Boy.
Dia meminta peserta Rakornas yang merupakan pengurus FKPT dari 32 provinsi berperan aktif mengatasi masalah tersebut.
"Tidak bisa kita melarang internet, karena itu hak anak muda. Tapi bagaimana memberi edukasi yang baik, yaitu menggunakan medsos dengan cerdas," urainya.
FKPT juga harus bisa memberikan konten kebhinekaan, nasionalisme dan moderasi dalam beragama. "Hasil survei tahun 2019 menemukan konten pendidikan kebhinekaan memiliki skor rendah dibanding dimensi lainnya," imbuh mantan Kadiv Humas Polri ini.
Lihat Juga :