Soal Ancaman Krisis Pangan, Buwas: Kita Tidak Perlu Takut
Selasa, 15 Desember 2020 - 19:29 WIB
(Baca juga: Ridwan Kamil Ingatkan Potensi Krisis Pangan 2021, Warga Diminta Waspada)
"Itu namanya sagu, tidak ada serangan hamanya. Kita punya 5,5 juta hektare tanaman sagu, 87% ada di Papua dan belum diolah dengan baik," tegasnya.
Buas menyebutkan, tidak ada persoalan terkuat importasi beras yang dikhawatirkan sulit didapat dari beberapa negara. Menurut dia, bila hari ini Indonesia impor beras bisa saja dilakukan. Tetapi hal itu justru akan merugikan petani.
"Kalau hari ini kita mau impor, bisa. Tapi persoalannya adalah produksi petani kita. Nanti kalau beras Vietnam dan Thailand masuk dan petani panen, siapa yang mau menyerap. Harganya jatuh, kan kasian petani. Selama kita masih produksi dan cukup, lebih baik kita gunakan untuk sendiri," bebernya.
Sementara itu, Perum Bulog meluncurkan produk barunya berupa Beras Singkong dengan merek BESITA atau singkatan dari Beras Singkong Petani. Budi Waseso mengatakan potensi Indonesia yang kaya akan produksi singkong harus dimanfaatkan sebagai upaya pemerintah untuk mensukseskan program diversifikasi pangan.
"Itu namanya sagu, tidak ada serangan hamanya. Kita punya 5,5 juta hektare tanaman sagu, 87% ada di Papua dan belum diolah dengan baik," tegasnya.
Buas menyebutkan, tidak ada persoalan terkuat importasi beras yang dikhawatirkan sulit didapat dari beberapa negara. Menurut dia, bila hari ini Indonesia impor beras bisa saja dilakukan. Tetapi hal itu justru akan merugikan petani.
"Kalau hari ini kita mau impor, bisa. Tapi persoalannya adalah produksi petani kita. Nanti kalau beras Vietnam dan Thailand masuk dan petani panen, siapa yang mau menyerap. Harganya jatuh, kan kasian petani. Selama kita masih produksi dan cukup, lebih baik kita gunakan untuk sendiri," bebernya.
Sementara itu, Perum Bulog meluncurkan produk barunya berupa Beras Singkong dengan merek BESITA atau singkatan dari Beras Singkong Petani. Budi Waseso mengatakan potensi Indonesia yang kaya akan produksi singkong harus dimanfaatkan sebagai upaya pemerintah untuk mensukseskan program diversifikasi pangan.
Lihat Juga :