17 Daerah Deteksi Udara Gunakan Nuklir, Hasilnya Banyak Temuan Mengejutkan

Selasa, 15 Desember 2020 - 14:23 WIB
(Baca juga: Wali Kota Bandung Oded: Natal Akan Digelar Virtual atau Dibatasi Maksimal 30% )

Menurut dia, pemantauan kualitas udara ini ditekankan pada partikel-partikel yang berukuran sangat kecil yang berukuran 2,5 mikro. Bila digambarkan, ukurannya sama dengan rambut yang dibelah 40, sehingga sangat kecil.

Dengan ukuran yang sangat kecil ini dapat membahayakan kesehatan. Karena ketika dihirup dapat masuk kesaluran pernafasan manusia yang paling dalam yang dapat mengganggu pernafasan dan menyebabkan kanker.

Menurut Eva, polusi udara yang terjadi di sekitar kita dapat memberikan dampak yang kurang baik pada lingkungan. "Polusi udara itu sangat berdampak buruk pada kesehatan dan lingkungan," jelas Eva.

Menurutnya, data kematian di dunia ini akibat pencemaran udara cukup tinggi sekitar 100 ribu orang di tahun 2020. Hal ini terjadi karena adanya ketidakpedulian terhadap nilai baku mutu kualitas udara.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!