Uji Vaksin COVID-19 Meleset, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Bersabar
Senin, 14 Desember 2020 - 18:34 WIB
Oleh karenanya, lanjut Kang Emil, sambil menunggu proses uji klinis rampung, pihaknya mengimbau seluruh warga Jabar untuk bersabar dan tetap disiplin menerapkan prokes, yakni mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak (3M). "Jadi, tentunya saya memberikan berita ini, sehingga kepada warga mari kita 3M karena vaksin tidak secepat yang kita harapkan," pintanya.
Meski begitu, Kang Emil meyakinkan, dirinya dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang juga menjadi relawan uji klinis dalam kondisi sehat dan tidak mengalami gejala sakit. (Baca: Kakak Beradik Tewas Tenggelam di Sungai Musi).
Bahkan, kata Kang Emil, berkali-kali menjalani swab test, hasilnya negatif COVID-19. "Apakah karena faktor vaksin atau tidak, belum bisa disimpulkan, tapi yang kami rasakan itu faktanya," imbuhnya.
Lebih lanjut Kang Emil mengatakan, berdasarkan hasil rapat dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, vaksin COVID-19 yang dibeli pemerintah pusat masih tersimpan di gudang PT Bio Farma di Bandung dan akan segera diuji coba oleh BPOM. "Kalau (vaksin) itu sudah melewati tes ketiga dan tinggal diumumkan secara resmi oleh BPOM. Jadi, bolanya ada di BPOM untuk tipe vaksin yang diimpor langsung," pungkasnya.
Meski begitu, Kang Emil meyakinkan, dirinya dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang juga menjadi relawan uji klinis dalam kondisi sehat dan tidak mengalami gejala sakit. (Baca: Kakak Beradik Tewas Tenggelam di Sungai Musi).
Bahkan, kata Kang Emil, berkali-kali menjalani swab test, hasilnya negatif COVID-19. "Apakah karena faktor vaksin atau tidak, belum bisa disimpulkan, tapi yang kami rasakan itu faktanya," imbuhnya.
Lebih lanjut Kang Emil mengatakan, berdasarkan hasil rapat dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, vaksin COVID-19 yang dibeli pemerintah pusat masih tersimpan di gudang PT Bio Farma di Bandung dan akan segera diuji coba oleh BPOM. "Kalau (vaksin) itu sudah melewati tes ketiga dan tinggal diumumkan secara resmi oleh BPOM. Jadi, bolanya ada di BPOM untuk tipe vaksin yang diimpor langsung," pungkasnya.
(nag)
Lihat Juga :