6 Pengawal Habib Rizieq Tewas Ditembak, Aktivis Jabar: Tak Perlu Dibentuk TPF

Senin, 14 Desember 2020 - 06:59 WIB
Dia pun membandingkan kejadian di Sigli Sulteng dan yang dilakukan OPM di Papua. Dia mempertanyakan aktivis HAM atas kasus tersebut. "Kenapa mereka tidak bicara tim pencari fakta, ke mana politisi, tidak menyerukan dilakukan investasi independen, padahal itu jelas pelanggaran HAM berat. Kenapa tiba-tiba lantang bicara TPF atas peristiwa KM 50 Cikampek," katanya.

Menurut dia, sangat tidak tepat dibentuk TPF atas peristiwa Tol Cikampek KM 50, karena itu murni penegakan hukum. Dia meminta Polri dan aparat penegak hukum jangan hiraukan, lanjutkan penegakan hukum dan tolak pembentukan TPF apapun.

Sementara itu, Ketua Barikade 98 Jabar Budi Hermansyah meminta semua kalangan bersikap objektif. Dia mencontohkan kerumunan di Bandara yang menyebabkan jadwal penerbangan terhambat. "Itu jelas melanggar HAM," kata Budi.

(Baca juga: Sosialisasi Prokes, Polres Probolinggo Kota Bagikan Masker Gratis di Warung Kopi )

Aktivis 77/78 Syarif Bastaman mengatakan bahwa TPF tidak perlu ada, karena yang terjadi adalah provokasi sehingga berbuntut meninggalnya enam anggota laskar. "Tinggal di internal polisinya saja, apakah aparat itu melakukan pelanggaran atau tidak," kata Syarif.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!