Penyidikan Dihentikan, Cagub Sumbar Mulyadi Dinyatakan Tak Terbukti Bersalah

Minggu, 13 Desember 2020 - 21:27 WIB


Prediksi tersebut berbalik menjelang 4 hari sebelum pencoblosan karena berita tersangka pelanggaran pemilu yang disampaikan Bareskrim sudah menyebar luas di tengah-tengah masyarakat. Bahkan ada pihak-pihak yang menyebarkan hoaks bahwa Mulyadi jadi tersangka karena kasus korupsi. Padahal Mulyadi hanya diduga melanggar jadwal kampanye.



Menanggapi kejadian ini, Mulyadi menjawab dengan santai. Mulyadi yang diusung Partai Demokrat dan PAN yang bukan partai koalisi pemerintah ini memahami dari awal sudah risiko yang akan dihadapi, apalagi sudah menjadi kandidat idaman menjadi gubernur, sehingga punya peluang besar memenangkan Pilkada Sumbar. “Itu risiko politik karena dari awal kita diperkirakan akan menang dan sulit dikalahkan, apalagi Saya dicalonkan oleh partai yang tidak berkuasa, sehingga instrumen hukum dengan mudah dimainkan, tapi ingat Allah SWT Maha Adil,” ungkap Mulyadi. (Baca: Hilang Wewenang Kelola SDA Sendiri, Maluku Utara Kecewa).

Sebagai tokoh nasional yang sudah tiga periode menjadi anggota DPR RI dalam berbagai kesempatan menyampaikan sangat mengharapkan kualitas demokrasi di Sumbar lebih meningkat dibanding Pilkada 2015. “Semoga kualitas demokrasi Sumbar lebih meningkat. Kita tidak tahu lagi seperti apa demokrasi Sumatera Barat ke depan, apabila black campaign, hoax, sara dan provokasi menjadi penentu dalam kontestasi politik,” pungkasnya.
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!