7 Hari Dicari di Sungai Batangtoru, Operator Excavator Tak Ditemukan

Kamis, 10 Desember 2020 - 18:11 WIB


Taufick pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh komponen yang terlibat dalam operasi SAR tersebut. Khususnya terhadap personel Basarnas, TNI, Polri dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Selatan.

“Kepada keluarga yang ditinggalkan, ijinkan kami untuk kembali menyampaikan rasa duka cita mendalam atas musibah ini. Semoga selalu tabah dan ikhlas atas musibah ini," ucapnya. (Baca Juga: Andrei Angouw Bakal Jadi Walikota Pertama di Indonesia Beragama Konghucu)

Taufick juga menyatakan, manajemen PLTA Batang Toru,bertanggungjawab penuh atas insiden tersebut. Perusahaan juga sudah berkoordinasi mengambil solusi terbaik dengan melibatkan pememerintah. “Ini sepenuhnya tanggungjawab kita," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang operator excavator bernama Afuan Mari Mansyah Ritonga (38), warga Sipirok, Tapanuli Selatan, jatuh ke dasar Sungai Batangtoru. Insiden itu terjadi saat Afuan tengah bekerja membersihkan material longsoran di titik R26, kawasan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru, yang dikembangkan PT NSHE. Tiba-tiba longsor besar datang dan menyeret excavator bersama korban ke dasar Sungai Batang Toru di Lingkungan I, Batang Toru yang hingga hari keenam pencarian belum berhasil ditemukan.
(nic)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!