Sadis, Diduga Nenek - Tante Sayat dan Cambuk Bocah sampai Patah Tulang
Selasa, 08 Desember 2020 - 10:12 WIB
“Ayahnya ini kerja di Jakarta sementara ibu korban sudah bercerai dengan ayahnya. Ayahnya ini menitipkan anaknya kepada tante dan nenek korban saat pandemi. Kemudian ayahnya kembali ke Jakarta. Kasus ini terungkap ketika dia (korban) menceritakan kejadian itu kepada teman-temannya di sekolah. Bahwa dia disiksa nenek dan tantenya, kemudian cerita itu tersebar kepada RT dan RW setempat, kemudian melaporkan kejadian itu kepada kepolisian, kasus ini terungkap sekitar 1 Desember 2020,” ujar Guntur, Selasa (8/11/2020).
Kemudian pada tanggal 1 Desember, kata Guntur, korban divisum ditemukan sekujur tubuhnya mengalami bekas luka-luka diduga kena sayatan dan cambukan. Kemudian hasil pemeriksaan ditemukan ada patah tulang rusuk.
“Kemarin sudah ditetapkan tersangka oleh kepolisian,” ujar pengacara yang pernah bergabung dengan Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Sumbar sekarang mendirikan kantor pengacara.
(Baca juga: Truk Tabrak Tollgate Pelabuhan Bakauheni akibat Rem Blong, 3 Orang Tewas)
Kabar tak baik ini, kata Guntur, diketahui ayahnya yang sudah kembali ke Bukittinggi untuk mendampingi anaknya. Begitulah status yang ditulis Guntur Abdurrahman media sosialnya miliknya.
Kemudian pada tanggal 1 Desember, kata Guntur, korban divisum ditemukan sekujur tubuhnya mengalami bekas luka-luka diduga kena sayatan dan cambukan. Kemudian hasil pemeriksaan ditemukan ada patah tulang rusuk.
“Kemarin sudah ditetapkan tersangka oleh kepolisian,” ujar pengacara yang pernah bergabung dengan Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Sumbar sekarang mendirikan kantor pengacara.
(Baca juga: Truk Tabrak Tollgate Pelabuhan Bakauheni akibat Rem Blong, 3 Orang Tewas)
Kabar tak baik ini, kata Guntur, diketahui ayahnya yang sudah kembali ke Bukittinggi untuk mendampingi anaknya. Begitulah status yang ditulis Guntur Abdurrahman media sosialnya miliknya.
Lihat Juga :