Bawaslu Kerahkan 38.000 Personel Awasi Pilkada Serentak di Jabar
Sabtu, 05 Desember 2020 - 15:17 WIB
"Untuk tingkat desa/kelurahan sebanyak 2.159 orang dan TPS 33.305 orang. Jadi, jumlah personel pengawas sebanyak 36.202 orang dan sekretariat 2.009 orang atau total sekitar 38.000 personel lebih," papar Abdullah di Bandung, Sabtu (5/12/2020).
Abdullah juga memastikan, guna mengantisipasi potensi penularan COVID-19, seluruh personel pengawasan telah menjalani rapid test dan swab test. Diakuinya, berdasarkan hasil tes, dari puluhan ribu personel pengawas tersebut, terdapat sejumlah personel pengawas yang dinyatakan reaktif dan positif COVID-19.
"Namun, mereka yang reaktif maupun positif sudah kita ganti dan jumlahnya pun tidak signifikan," tegasnya.(Baca juga: Ramai-ramai Tolak Surat Risma, Warga: Maaf Pilihan Kita Berbeda )
Lebih lanjut Abdullah mengatakan, jelang hari tenang yang akan dimulai Minggu (6/12/2020) besok, seluruh personel pengawas akan diterjunkan untuk melakukan patroli pengawasan. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi potensi kerawanan, seperti politik uang, kampanye hitam, dan berbagai potensi kerawanan lainnya.
"Berdasarkan peta kerawanan yang telah kami buat, potensi kerawanan seperti itu masih sangat berpotensi terjadi di hari tenang besok. Makanya, kita terjunkan personel untuk berpatroli di hari tenang," katanya.
Abdullah juga memastikan, guna mengantisipasi potensi penularan COVID-19, seluruh personel pengawasan telah menjalani rapid test dan swab test. Diakuinya, berdasarkan hasil tes, dari puluhan ribu personel pengawas tersebut, terdapat sejumlah personel pengawas yang dinyatakan reaktif dan positif COVID-19.
"Namun, mereka yang reaktif maupun positif sudah kita ganti dan jumlahnya pun tidak signifikan," tegasnya.(Baca juga: Ramai-ramai Tolak Surat Risma, Warga: Maaf Pilihan Kita Berbeda )
Lebih lanjut Abdullah mengatakan, jelang hari tenang yang akan dimulai Minggu (6/12/2020) besok, seluruh personel pengawas akan diterjunkan untuk melakukan patroli pengawasan. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi potensi kerawanan, seperti politik uang, kampanye hitam, dan berbagai potensi kerawanan lainnya.
"Berdasarkan peta kerawanan yang telah kami buat, potensi kerawanan seperti itu masih sangat berpotensi terjadi di hari tenang besok. Makanya, kita terjunkan personel untuk berpatroli di hari tenang," katanya.
Lihat Juga :