Kecelakaan Kerja, PMI Asal Sitaro Tewas di Papua Nugini
Sabtu, 05 Desember 2020 - 04:37 WIB
Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan UPT BP2MI Manado mewakili Kepala UPT BP2MI Manado beserta tim, langsung melakukan penjemputan jenazah di Bandara Sam Ratulangi Manado. Foto: SINDONews/Subhan sabu
MANADO - Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut) , Roland Hifer Anise tewas dalam kecelakaan kerja yakni jatuh dari ketinggian 3 meter, Rabu (25/11/2020).
Kini, jenazah almarhum telah sampai di kediamannya, berkat campur tangan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia BP2MI Manado, yang kembali memfasilitasi pemulangan jenazah PMI dari Papua Nugini . (Baca Juga: Tragis, Pekerja Tempat Cucian Kendaraan Tewas tertimpa Bak Truk yang Dicucinya)
Dalam brafax yang diterima oleh UPT BP2MI Manado, diketahui bahwa almarhum telah bekerja selama 2 tahun sejak tanggal 22 September 2018, sebagai kru kapal di perusahaan Elite Marine Limited Papua New Guinea. Berdasarkan Medical Certificate of Death dari Provinsi East Sepik, Papua Nugini almarhum dinyatakan meninggal dunia pada tanggal 25 November 2020 yang lalu, akibat jatuh dari ketinggian 3 meter dan mengalami luka di bagian kepala.
Untuk pemulangan ke Indonesia, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Port Moresby, Konsulat Republik Indonesia Vanimo dan perusahaan tempat bekerja almarhum telah berkoordinasi dengan Controller COVID-19 PNG dan Imigrasi dalam rangka permohonan ijin perlintasan melalui Pos batas Skouw-Wutung pada tanggal 3 Desember 2020. (Baca Juga: Tiga Nelayan di Bolsel Hilang Diterjang Badai saat Melaut)
Kini, jenazah almarhum telah sampai di kediamannya, berkat campur tangan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia BP2MI Manado, yang kembali memfasilitasi pemulangan jenazah PMI dari Papua Nugini . (Baca Juga: Tragis, Pekerja Tempat Cucian Kendaraan Tewas tertimpa Bak Truk yang Dicucinya)
Dalam brafax yang diterima oleh UPT BP2MI Manado, diketahui bahwa almarhum telah bekerja selama 2 tahun sejak tanggal 22 September 2018, sebagai kru kapal di perusahaan Elite Marine Limited Papua New Guinea. Berdasarkan Medical Certificate of Death dari Provinsi East Sepik, Papua Nugini almarhum dinyatakan meninggal dunia pada tanggal 25 November 2020 yang lalu, akibat jatuh dari ketinggian 3 meter dan mengalami luka di bagian kepala.
Untuk pemulangan ke Indonesia, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Port Moresby, Konsulat Republik Indonesia Vanimo dan perusahaan tempat bekerja almarhum telah berkoordinasi dengan Controller COVID-19 PNG dan Imigrasi dalam rangka permohonan ijin perlintasan melalui Pos batas Skouw-Wutung pada tanggal 3 Desember 2020. (Baca Juga: Tiga Nelayan di Bolsel Hilang Diterjang Badai saat Melaut)
Lihat Juga :