Dorong Lahirnya Vaksin, Menristek Bentuk Tim Akselerasi Vaksin Merah Putih
Jum'at, 27 November 2020 - 17:44 WIB
“Nantinya akan digunakan untuk dalam negeri karena kebutuhan kita cukup besar dari 187 juta orang yang perlu divaksin,” katanya.
Bambang menjelaskan setiap individu yang mendapat jatah suntikan vaksin maka akan mendapat dua kali proses vaksinasi. Dibutuhkan 360 juta lebih vaksin yang dibutuhkan sehingga pengembangan vaksin merah putih ini sangat ditunggu oleh masyarakat.
“Apabila di dalam negeri sudah terpenuhi dan dapat ijin produksi massal maka baru akan kita tawarkan ke negara lain,” tuturnya.
(Baca juga: Memilukan, Gadis 15 Tahun Disuguhkan Sang Pacar untuk Disetubuhi Beramai-ramai di Teras Madrasah)
Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengembangan FKKMK UGM Yodi Mahendradhata mengatakan, ada dua orang dari UGM yang ditunjuk dalam tim akselerasi vaksin merah putih yakni ahli mikrobiologi Prof. Tri Wibawa dan Ahli Kesehatan Anak Ida Safitri Laksanawati.
Bambang menjelaskan setiap individu yang mendapat jatah suntikan vaksin maka akan mendapat dua kali proses vaksinasi. Dibutuhkan 360 juta lebih vaksin yang dibutuhkan sehingga pengembangan vaksin merah putih ini sangat ditunggu oleh masyarakat.
“Apabila di dalam negeri sudah terpenuhi dan dapat ijin produksi massal maka baru akan kita tawarkan ke negara lain,” tuturnya.
(Baca juga: Memilukan, Gadis 15 Tahun Disuguhkan Sang Pacar untuk Disetubuhi Beramai-ramai di Teras Madrasah)
Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengembangan FKKMK UGM Yodi Mahendradhata mengatakan, ada dua orang dari UGM yang ditunjuk dalam tim akselerasi vaksin merah putih yakni ahli mikrobiologi Prof. Tri Wibawa dan Ahli Kesehatan Anak Ida Safitri Laksanawati.
Lihat Juga :