Guru SD dan SMP Mulai Masuk Sekolah, Ini Curhatan Mereka
Senin, 23 November 2020 - 08:09 WIB
Mulai hari ini para guru maupun non guru di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) mulai masuk ke sekolah Senin, (23/11/2020). SINDOnews/Aan
SURABAYA - Persiapan pendidikan tatap muka terus di matangkan di Kota Pahlawan . Mulai hari ini para guru maupun non guru di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) mulai masuk ke sekolah Senin, (23/11/2020).
Mereka mulai menjalani fase baru setelah lama mengajar dari rumah di tengah pandemi COVID-18 . Melalui surat edaran Wali Kota Surabaya nomor: 800/10371/436.7.1/2020 tentang Pengaturan Kerja di Kantor, para guru kini mulai mengajar daring dari sekolah.
“Belajarnya tetap daring, hanya kami yang masuk di sekolah. Jadi kami tak lagi mengajar dari rumah,” kata Uswatun, salah satu guru SD, Senin (23/11/2020).
Ia melanjutkan, para guru juga sempat menerapkan piket sekolah. Sehingga di sekolah masih ada giliran jaga dalam jumlah yang tak banyak. “Maksimal tiga orang, biasanya juga cuma dua orang saja yang piket,” ungkapnya.
Ia mengaku sudah rindu ruang-ruang belajar bersama siswa. Namun, kesehatan tetap yang utama. Upaya pencegahan penularan COVID-19 harus menjadi pertimbangan utama di tengah pandemi. “Belajar tatap muka belum ada keputusan,” jelasnya.
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat, Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara menuturkan, hari ini guru SD dan SMP di Surabaya kembali masuk ke sekolah. Ini dilakukan dalam rangka persiapan pelaksanaan sekolah tatap muka. (Baca: Videonya Viral saat Pesta Sabu, Polwan Kanit Narkoba Polres Mesuji Ditahan).
Mereka mulai menjalani fase baru setelah lama mengajar dari rumah di tengah pandemi COVID-18 . Melalui surat edaran Wali Kota Surabaya nomor: 800/10371/436.7.1/2020 tentang Pengaturan Kerja di Kantor, para guru kini mulai mengajar daring dari sekolah.
“Belajarnya tetap daring, hanya kami yang masuk di sekolah. Jadi kami tak lagi mengajar dari rumah,” kata Uswatun, salah satu guru SD, Senin (23/11/2020).
Ia melanjutkan, para guru juga sempat menerapkan piket sekolah. Sehingga di sekolah masih ada giliran jaga dalam jumlah yang tak banyak. “Maksimal tiga orang, biasanya juga cuma dua orang saja yang piket,” ungkapnya.
Ia mengaku sudah rindu ruang-ruang belajar bersama siswa. Namun, kesehatan tetap yang utama. Upaya pencegahan penularan COVID-19 harus menjadi pertimbangan utama di tengah pandemi. “Belajar tatap muka belum ada keputusan,” jelasnya.
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat, Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara menuturkan, hari ini guru SD dan SMP di Surabaya kembali masuk ke sekolah. Ini dilakukan dalam rangka persiapan pelaksanaan sekolah tatap muka. (Baca: Videonya Viral saat Pesta Sabu, Polwan Kanit Narkoba Polres Mesuji Ditahan).
Lihat Juga :