Pariwisata Anjlok, Produk Kreatif Jawa Barat Ikut Terpuruk

Jum'at, 20 November 2020 - 13:26 WIB
Oleh karenanya, kata dia, Bank Indonesia terus mendorong agar pelaku UMKM produk kreatif tetap bisa survive, melalui wadah KKI. Mereka bisa menawarkan produk kreatifnya secara digital. Secara potensi, market digital Indonesia mencapai Rp1.700 triliun pada 2025.(Baca juga: Kasus COVID-19 Terkonfirmasi Tinggi, Majalengka Bisa PSBB Lagi )

Ketua Bidang Daya Saing Dekranasda Jabar Benny Bachtiar mengatakan, Jawa Barat memilik potensi industri kreatif cukup besar. Namun, pandemi menyebabkan banyak pelaku usaha terpuruk. Mereka yang bisanya jualan secara langsung, tidak dapat melakukan transaksi.

"Kami berupaya agar mereka bisa keluar dari kondisi ini. Kami dorong mereka melakukan penjualan secara online. Karena untuk produk kreatif, kita bisa menggarap market ekspor, ke beberapa negara potensi seperti Jepang," imbuh dia.

Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan pembiayaan dari perbankan ke sejumlah UMKM dengan nilai lebih dari Rp6 miliar. Pembiayaan ini bentuk konkret bahwa perbankan masih bisa menemukan debitur potensial walaupun di tengah pendemi.

Penandatanganan pembiayaan ini hasil kolaborasi Bank Indonesia, Bank Mandiri, Bank BCA, Bank BNI, Bank BRI, Bank BJB, dan lainnya bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional Jawa Barat.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!