Cabup Petahana Blitar Siap Divaksin COVID-19, DPRD: Kita Kolektif Ikut
Kamis, 19 November 2020 - 13:12 WIB
"Betul, kolektif bersedia divaksin," tambah Wasis. Bagi Wasis sikap Cabup Rijanto akan menjadi contoh di masyarakat Kabupaten Blitar. Begitu melihat cabupnya bersedia divaksin COVID-19, mereka akan serta merta mengikuti. (Baca juga: 1 Penambang Batu Tewas Tertimbun Longsor, Evakuasi Berlangsung Dramatis )
Begitu juga langkah yang diambil legislatif, kata Wasis juga akan mempengaruhi konstituen untuk mengikuti. "Biar masyarakat tidak takut divaksin," pungkas Wasis. Cabup petahana Rijanto Kamis ini (19/11) menyatakan siap menjadi orang pertama di Kabupaten Blitar yang disuntik vaksin COVID-19.
Rijanto ingin menjadi teladan bagi masyarakat Kabupaten Blitar. Karenanya ia juga menegaskan, tidak mengkhawatirkan resiko yang bisa ditimbulkan dari vaksin baru tersebut. "Saya bersedia divaksin (COVID-19) yang pertama," ujar Cabup Rijanto kepada Sindonews.com.
Sementara tercatat hingga 17 November, kasus positif COVID-19 di Kabupaten Blitar mencapai 970 kasus dengan 76 orang meninggal dunia dan 837 orang sembuh. Tim Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Blitar menilai, terus bertambahnya kasus positif disebabkan tingkat kesadaran warga terhadap protokol kesehatan (prokes) masih rendah.
Begitu juga langkah yang diambil legislatif, kata Wasis juga akan mempengaruhi konstituen untuk mengikuti. "Biar masyarakat tidak takut divaksin," pungkas Wasis. Cabup petahana Rijanto Kamis ini (19/11) menyatakan siap menjadi orang pertama di Kabupaten Blitar yang disuntik vaksin COVID-19.
Rijanto ingin menjadi teladan bagi masyarakat Kabupaten Blitar. Karenanya ia juga menegaskan, tidak mengkhawatirkan resiko yang bisa ditimbulkan dari vaksin baru tersebut. "Saya bersedia divaksin (COVID-19) yang pertama," ujar Cabup Rijanto kepada Sindonews.com.
Sementara tercatat hingga 17 November, kasus positif COVID-19 di Kabupaten Blitar mencapai 970 kasus dengan 76 orang meninggal dunia dan 837 orang sembuh. Tim Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Blitar menilai, terus bertambahnya kasus positif disebabkan tingkat kesadaran warga terhadap protokol kesehatan (prokes) masih rendah.
(msd)
Lihat Juga :