Hendi Sebut Puncak Kasus COVID-19 di Semarang Terjadi 24 April Lalu
Minggu, 10 Mei 2020 - 23:45 WIB
"Yang perlu digarisbawahi adalah walaupun trennya cenderung turun, tapi grafiknya masih fluktuatif, sehingga masih dibutuhkan ketertiban sedulur-sedulur," tutur pria yang akrab disapa Hendi itu.
Angka kesembuhan pasien COVID-19 di Kota Semarang juga terus naik, mencapai 188 orang hingga 10 Mei 2020. Adapun untuk data ODP dan PDP di Kota Semarang walaupun masih bergerak fluktuatif, tapi tren yang ditunjukkan juga cenderung turun, menjadi 440 ODP dan 246 PDP.
Dengan pemberlakukan berjalan 14 hari, maka PKM telah mencapai separuh dari 28 hari yang ditetapkan. "Harapannya tentu saja hingga batas pemberlakuan PKM pada 24 Mei nanti, semua akan selesai. Tapi kalau masyarakat kemudian tidak tertib, maka tidak akan selesai-selesai," katanya.
Angka kesembuhan pasien COVID-19 di Kota Semarang juga terus naik, mencapai 188 orang hingga 10 Mei 2020. Adapun untuk data ODP dan PDP di Kota Semarang walaupun masih bergerak fluktuatif, tapi tren yang ditunjukkan juga cenderung turun, menjadi 440 ODP dan 246 PDP.
Dengan pemberlakukan berjalan 14 hari, maka PKM telah mencapai separuh dari 28 hari yang ditetapkan. "Harapannya tentu saja hingga batas pemberlakuan PKM pada 24 Mei nanti, semua akan selesai. Tapi kalau masyarakat kemudian tidak tertib, maka tidak akan selesai-selesai," katanya.
(abd)
Lihat Juga :