Hendi Sebut Puncak Kasus COVID-19 di Semarang Terjadi 24 April Lalu
Minggu, 10 Mei 2020 - 23:45 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menuturkan, jumlah penderita COVID-19 di kotanya pernah berada pada titik tertinggi pada 24 April 2020. FOTO/DOK.Humas Pemkot Semarang
SEMARANG - Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Kota Semarang yang diberlakukan sejak 27 April 2020, kini telah menginjak hari ke-14 pada Minggu (10/5/2020). Evaluasi selama dua pekan itu menunjukkan data pasien COVID-19 cenderung turun.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menuturkan, jumlah penderita COVID-19 di kota yang dipimpinnya tersebut pernah berada pada titik tertinggi pada 24 April 2020. Kala itu jumlah pasien mencapai 148 orang.
Tercatat, hingga hari ke-14 diberlakukannya PKM, jumlah penderita COVID-19 di Kota Semarang turun menjadi 68 orang. Angka tersebut lebih dari separuh jumlah penderita yang ada sebelum diberlakukannya PKM.
Tak hanya itu, kasus penderita COVID-19 meninggal di Kota Semarang juga tak bertambah selama diberlakukannya PKM. Dari data portal siagacorona.semarangkota.go.id, kasus meninggal terakhir kali terjadi pada 25 April 2020.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menuturkan, jumlah penderita COVID-19 di kota yang dipimpinnya tersebut pernah berada pada titik tertinggi pada 24 April 2020. Kala itu jumlah pasien mencapai 148 orang.
Tercatat, hingga hari ke-14 diberlakukannya PKM, jumlah penderita COVID-19 di Kota Semarang turun menjadi 68 orang. Angka tersebut lebih dari separuh jumlah penderita yang ada sebelum diberlakukannya PKM.
Tak hanya itu, kasus penderita COVID-19 meninggal di Kota Semarang juga tak bertambah selama diberlakukannya PKM. Dari data portal siagacorona.semarangkota.go.id, kasus meninggal terakhir kali terjadi pada 25 April 2020.
Lihat Juga :