Meneropong Bisnis Penerbangan dan Migas Pascapandemi
Minggu, 10 Mei 2020 - 12:57 WIB
Hal yang sama terjadi di sektor hilir industri migas. Berubahnya perilaku masyarakat dengan lebih banyak berada di rumah, ditambah tutupnya banyak perkantoran, berpengaruh pada berkurangnya konsumsi bahan bakar minyak. Fenomena ini menyebabkan pada sektor hulu migas terjadi surplus crude oil besar-besaran. Harganya anjlok hingga pernah mencapai level di bawah USD20/barrel.
Lalu bagaimana solusinya? Perusahaan penerbangan dapat melakukan bundling offering. Penjualan tiket pulang pergi perlu ditambah leisure destination atau business oriented. Promosi diskon harga tiket juga mesti dilengkapi dengan jenis promosi lain yang membuat keterikatan penumpang dengan industri.
(Baca: Gelar Korma, IKA ITS Jakarta Raya Menjaring Pemikiran untuk Pemulihan Pascapandemi)
Sementara isu utama dalam upaya mempertahankan bisnis migas adalah pengurangan karyawan, penurunan ongkos produksi di kisaran 30% - 40%, penutupan eksplorasi baru, dan menunda produksi baru.
Namun industri migas secara perlahan melakukan balancing price. Sektor hulu akan kembali melakukan efisiensi dan shifting exploration, sektor midstream akan meninjau kembali pembangunan perpipaan atau transportation. Sementara sektor hilir lebih melakukan huge storage untuk migas sebesar-besarnya sambil menunggu rebound harga migas.
Lalu bagaimana solusinya? Perusahaan penerbangan dapat melakukan bundling offering. Penjualan tiket pulang pergi perlu ditambah leisure destination atau business oriented. Promosi diskon harga tiket juga mesti dilengkapi dengan jenis promosi lain yang membuat keterikatan penumpang dengan industri.
(Baca: Gelar Korma, IKA ITS Jakarta Raya Menjaring Pemikiran untuk Pemulihan Pascapandemi)
Sementara isu utama dalam upaya mempertahankan bisnis migas adalah pengurangan karyawan, penurunan ongkos produksi di kisaran 30% - 40%, penutupan eksplorasi baru, dan menunda produksi baru.
Namun industri migas secara perlahan melakukan balancing price. Sektor hulu akan kembali melakukan efisiensi dan shifting exploration, sektor midstream akan meninjau kembali pembangunan perpipaan atau transportation. Sementara sektor hilir lebih melakukan huge storage untuk migas sebesar-besarnya sambil menunggu rebound harga migas.
Lihat Juga :