Ketua FUIB Pangkep Serukan Pilih Pemimpin Religius
Kamis, 12 November 2020 - 20:57 WIB
Yang harus menjadi perhatian juga, tambah Alwi, yakni siapa yang menjadi bagian dari pasangan kandidat tersebut. Dia mencontohkan, soal video mesum mirip petinggi salah satu parpol di Pangkep yang beredar belum lama ini.
"Dalam masyarakat Bugis-Makassar , terkait dengan seksual maka itu dianggap siri. Pada tempo dulu, jika hal tersebut terjadi, maka warga yang melakukan hal tersebut dibuang oleh masyarakat. Nah itu dalam budaya Bugis-Makassar ," ungkap aktivis muslim Pangkep ini.
Alwi menambahkan, hal ini penting demi mewujudkan pemerintahan yang berintegritas.
"Ke depannya kita perlu mengadakan edukasi kepada masyarakat, agar supaya tidak salah memilih pemimpin lagi. Sangat begitu memalukan jika pejabat/anggota dewan yang melakukan hal seperti itu lagi. Apalagi tahun ini masuk tahun pilkada, dan Kabupaten Pangkep masuk sebagai salah satu kabupaten yang melaksanakan pilkada. Sehingga perlu adanya peringatan kepada seluruh masyarakat, agar memilih pemimpin yang religius dan peduli, agar tidak lagi terjadi hal yang bisa merusak citra pemerintahan," urai Alwi yang juga Dewan Pembina FPI Kabupaten Pangkep ini.
Religius yang dimaksud Alwi, yaitu melaksankan praktek agama dan melaksanakannya susuai dengan tuntutan agama. Terlebih lagi, mayoritas masyarakat Pangkep beragama muslim.
"Dalam masyarakat Bugis-Makassar , terkait dengan seksual maka itu dianggap siri. Pada tempo dulu, jika hal tersebut terjadi, maka warga yang melakukan hal tersebut dibuang oleh masyarakat. Nah itu dalam budaya Bugis-Makassar ," ungkap aktivis muslim Pangkep ini.
Alwi menambahkan, hal ini penting demi mewujudkan pemerintahan yang berintegritas.
"Ke depannya kita perlu mengadakan edukasi kepada masyarakat, agar supaya tidak salah memilih pemimpin lagi. Sangat begitu memalukan jika pejabat/anggota dewan yang melakukan hal seperti itu lagi. Apalagi tahun ini masuk tahun pilkada, dan Kabupaten Pangkep masuk sebagai salah satu kabupaten yang melaksanakan pilkada. Sehingga perlu adanya peringatan kepada seluruh masyarakat, agar memilih pemimpin yang religius dan peduli, agar tidak lagi terjadi hal yang bisa merusak citra pemerintahan," urai Alwi yang juga Dewan Pembina FPI Kabupaten Pangkep ini.
Religius yang dimaksud Alwi, yaitu melaksankan praktek agama dan melaksanakannya susuai dengan tuntutan agama. Terlebih lagi, mayoritas masyarakat Pangkep beragama muslim.
Lihat Juga :