Teliti Vaksin COVID-19, UNAIR Dapat Bantuan Lab dan Pendanaan dari BIN
Sabtu, 09 Mei 2020 - 21:37 WIB
“Kerja sama dengan berbagai pihak tersebut sebagai upaya pemerintah menyelamatkan banyak nyawa rakyat, dan secara gotong royong sesuai keahlian masing-masing berusaha semaksimal mungkin memutus rantai penyebaran COVID-19”, ujar Bambang Sunarwibowo
Saat ini, BIN telah melaksanakan penyerahan bantuan alat-alat laboratorium COVID-19 dan pemberian bantuan biaya penelitian sebagai wujud kerja sama dan dukungan BIN dalam upaya meningkatkan kemampuan Laboratorium COVID-19 UNAIR dan percepatan pembuatan formula baru obat penyakit infeksi dengan potensi pandemic. Penyerahan bantuan ini sejalan dengan Nota Kesepahaman (MOU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BIN dan UNAIR yang telah ditandatangani pada 7 April 2020 yang lalu.
Kerja sama dimaksud bertujuan untuk mempercepat penanganan pasien COVID-19 dan memutus penyebaran virus corona melalui Penelitian Efektivitas obat COVID-19 yang telah beredar luas dan penelitian penemuan kandidat obat penyakit infeksi dengan potensi pandemic, khususnya COVID-19.
Bantuan kemanusiaan yang diserahkan BIN kepada UNAIR terdiri dari, 1 Unit RT-PCR 96wheel, 1 unit Akta GO Healthcare Life Sciences, 1 unit Sequencer, 2 unit Incubator CO2, COVID-19 Reagent Set, Plasticware/ Primer dan biaya penelitian untuk penemuan kandidat obat anti COVID-19.
“Diharapkan, dengan bantuan alat laboratorium dan dukungan pembiayaan penelitian tersebut dapat membantu Lembaga Penyakit Tropis UNAIR dan Pusat Penelitian & Pengembangan Stem Cell UNAIR untuk secepatnya menghasilkan obat dan vaksin COVID-19. Kami berharap pihak UNAIR dapat secara berkala menginformasikan perkembangan dari penelitian yang dikerjasamakan dengan BIN tersebut,” lanjut Bambang.
Penyerahan bantuan tersebut diterima langsung oleh Rektor Universitas Airlangga, Prof. Dr. Mohammad Nasih, yang didampingi oleh Ketua Senat Akademik UNAIR Prof. Djoko Santoso, Ketua Tim Peneliti UNAIR, Prof. Soetjipto, Ketua Peneliti Senyawa UNAIR Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, Ketua Peneliti Farmasi, Dr. Purwati, dan Ketua Peneliti Whole Fenomena Prof. Dr. Maria Lucia Inge Lusida, beserta jajaran.
Saat ini, BIN telah melaksanakan penyerahan bantuan alat-alat laboratorium COVID-19 dan pemberian bantuan biaya penelitian sebagai wujud kerja sama dan dukungan BIN dalam upaya meningkatkan kemampuan Laboratorium COVID-19 UNAIR dan percepatan pembuatan formula baru obat penyakit infeksi dengan potensi pandemic. Penyerahan bantuan ini sejalan dengan Nota Kesepahaman (MOU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BIN dan UNAIR yang telah ditandatangani pada 7 April 2020 yang lalu.
Kerja sama dimaksud bertujuan untuk mempercepat penanganan pasien COVID-19 dan memutus penyebaran virus corona melalui Penelitian Efektivitas obat COVID-19 yang telah beredar luas dan penelitian penemuan kandidat obat penyakit infeksi dengan potensi pandemic, khususnya COVID-19.
Bantuan kemanusiaan yang diserahkan BIN kepada UNAIR terdiri dari, 1 Unit RT-PCR 96wheel, 1 unit Akta GO Healthcare Life Sciences, 1 unit Sequencer, 2 unit Incubator CO2, COVID-19 Reagent Set, Plasticware/ Primer dan biaya penelitian untuk penemuan kandidat obat anti COVID-19.
“Diharapkan, dengan bantuan alat laboratorium dan dukungan pembiayaan penelitian tersebut dapat membantu Lembaga Penyakit Tropis UNAIR dan Pusat Penelitian & Pengembangan Stem Cell UNAIR untuk secepatnya menghasilkan obat dan vaksin COVID-19. Kami berharap pihak UNAIR dapat secara berkala menginformasikan perkembangan dari penelitian yang dikerjasamakan dengan BIN tersebut,” lanjut Bambang.
Penyerahan bantuan tersebut diterima langsung oleh Rektor Universitas Airlangga, Prof. Dr. Mohammad Nasih, yang didampingi oleh Ketua Senat Akademik UNAIR Prof. Djoko Santoso, Ketua Tim Peneliti UNAIR, Prof. Soetjipto, Ketua Peneliti Senyawa UNAIR Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, Ketua Peneliti Farmasi, Dr. Purwati, dan Ketua Peneliti Whole Fenomena Prof. Dr. Maria Lucia Inge Lusida, beserta jajaran.
Lihat Juga :